Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Simpenan Jadi Perhatian Publik, Polisi Amankan Terduga Pelaku

- Admin

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus dugaan pencabulan

Kasus dugaan pencabulan

GELIATMEDIA.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi berhasil mengamankan terduga pelaku dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Terduga pelaku ditangkap pada Sabtu (1/8/2026) di wilayah Aguning Batu, Kabupaten Lebak, Banten, setelah polisi menerima laporan resmi dari pihak keluarga korban.

Kasus dugaan pencabulan terhadap seorang remaja laki-laki berinisial AP (15) tersebut sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Keluarga korban kemudian melaporkan perkara itu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi pada Sabtu malam.

Paman korban, Supriatna (53), mengatakan laporan dibuat agar aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut secara hukum.

“Kami sudah melakukan pelaporan untuk meminta kasus yang sudah beredar ini ditindaklanjuti. Alhamdulillah, laporan kami langsung ditanggapi oleh pihak kepolisian, khususnya Polres Sukabumi,” ujarnya.

Supriatna menjelaskan, pihak keluarga belum dapat mengungkapkan secara rinci kronologi dugaan peristiwa tersebut karena saat ini masih dalam proses penyelidikan. Menurutnya, kurangnya pengawasan terhadap korban diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peristiwa itu terjadi.

Baca Juga :  Anggota DPRD Sukabumi Rika Yulistina Serap Aspirasi Warga di Reses Terakhir di Kampung Cikupa

“Ya mungkin salah satunya faktor kelalaian, kurangnya kontrol dari keluarga atau orang tua. Karena ada kebebasan, akhirnya terjadi hal-hal yang memang tidak diinginkan,” katanya.

Mengenai kemungkinan adanya korban lain, Supriatna memilih menyerahkan sepenuhnya kepada penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.

“Untuk sementara yang saya tahu hanya satu korban, yaitu keluarga kami yang sudah membuat laporan resmi. Kalau nanti ada korban lain, biarlah penyelidikan yang mengungkapnya. Kami tidak ingin beropini,” ucapnya.

Ia juga mengaku memperoleh informasi bahwa terduga pelaku telah diamankan oleh kepolisian dan sedang dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Yang saya dengar, pelaku sudah diamankan dan sedang dalam perjalanan menuju kantor polisi. Itu saja yang saya ketahui,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ungkap 22 Kasus Narkoba Dalam Satu Bulan Polres Sukabumi Amankan 34 Orang Tersangka

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara tersebut secara profesional serta memprosesnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Harapan kami, kasus ini diproses sesuai undang-undang dan prosedur hukum yang berlaku. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi dan mudah-mudahan menjadi yang terakhir di Desa Cihaur,” tegasnya.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan puluhan warga mengepung sebuah rumah di Desa Cihaur viral di media sosial pada Jumat (31/7/2026). Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, terlihat warga memadati halaman hingga teras rumah panggung setelah beredar informasi mengenai dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang diduga melibatkan seorang pria yang dikenal sebagai guru mengaji.

Situasi di lokasi sempat memanas saat seorang pria berkemeja putih diamankan warga. Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, pria tersebut diduga melakukan perbuatan cabul terhadap seorang anak laki-laki dan disebut sempat berupaya meninggalkan lokasi setelah dugaan kasus itu terungkap.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Keluarga Korban Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengendara Motor yang Tabrak Seorang Ibu Hingga Meninggal Dunia

Kepala Dusun setempat sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyarankan keluarga korban agar segera melaporkan peristiwa tersebut kepada pemerintah desa maupun kepolisian. Namun, saat itu keluarga korban memilih menempuh penyelesaian secara kekeluargaan.

“Menurut informasi, dari pihak korban jangan dulu laporan karena mau diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Setelah melalui beberapa kali musyawarah, warga bersama keluarga korban sempat memutuskan agar terduga pelaku meninggalkan Desa Cihaur.

“Musyawarah demi musyawarah akhirnya menghasilkan keputusan dari warga bersama pihak korban, yaitu meminta pelaku meninggalkan Desa Cihaur,” tutur Kepala Dusun.

Hingga berita ini diturunkan, terduga pelaku telah diamankan oleh Satreskrim Polres Sukabumi. Sementara itu, penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengungkap seluruh fakta dalam perkara tersebut.***

 

 

Reporter : Asep Topiq

 

 

Follow WhatsApp Channel geliatmedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemuda di Desa Cimanggu Diamankan Usai Diduga Terlibat Serangkaian Kasus Pencurian
Bandung Masih Jadi Target Jaringan Narkoba, Polisi Ungkap Kasus Ganja dan Sabu Skala Besar
Diduga Lakukan Pungli, Calo Bank Asal Cisolok Terancam Dilaporkan Kuasa Hukum Nasabah
Oknum ASN di Pabuaran Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penganiayaan
Polres Sukabumi Selidiki Dugaan Tindakan Tidak Senonoh oleh Teman Sebaya terhadap Anak 13 Tahun
Wartawan Media Online Diduga Diancam Dibacok, Kasus Ini Dilaporkan Ke Polres Sukabumi
Mahasiswi Magang di PN Sukabumi Diduga Alami Pelecehan oleh Pegawai Honorer
Garasi Dibobol, Sepeda Motor di Gondol Maling

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Simpenan Jadi Perhatian Publik, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:10 WIB

Pemuda di Desa Cimanggu Diamankan Usai Diduga Terlibat Serangkaian Kasus Pencurian

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:03 WIB

Bandung Masih Jadi Target Jaringan Narkoba, Polisi Ungkap Kasus Ganja dan Sabu Skala Besar

Jumat, 5 September 2025 - 18:46 WIB

Diduga Lakukan Pungli, Calo Bank Asal Cisolok Terancam Dilaporkan Kuasa Hukum Nasabah

Jumat, 8 Agustus 2025 - 18:28 WIB

Oknum ASN di Pabuaran Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penganiayaan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!