GELIATMEDIA.COM – Pemerintah Desa Margalaksana, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, menyalurkan bantuan ketahanan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada ratusan warga yang tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran bantuan berlangsung di Aula Desa Margalaksana pada Senin (8/6/2026) dengan tertib dan lancar.
Program bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Pada tahun ini, jumlah penerima bantuan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada periode sebelumnya tercatat sebanyak 431 KPM, maka pada tahun 2026 jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 863 KPM.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang dialokasikan untuk periode Februari hingga Maret 2026 dan disalurkan pada bulan Juni.
Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Desa Margalaksana, Ruhyat S., mengatakan bahwa komoditas pangan yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan dasar masyarakat saat ini. Menurutnya, peningkatan jumlah penerima manfaat mencerminkan komitmen pemerintah desa agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.
“Kami memastikan proses verifikasi data dilakukan secara teliti agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan diterima oleh warga yang benar-benar berhak sesuai data yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia berharap program ketahanan pangan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan desa.
Ruhyat juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan program bantuan pangan yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Selain itu, Ruhyat berharap Perum Bulog dapat menghadirkan aplikasi yang lebih mudah diakses oleh petugas di lapangan guna mendukung kelancaran proses pendistribusian bantuan. Ia juga mengusulkan agar pelaksanaan distribusi bantuan dilakukan pada jam kerja sehingga proses pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
“Semoga ke depan sistem pendistribusian bantuan semakin baik dan memudahkan seluruh pihak yang terlibat, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih optimal,” pungkasnya.***
Reporter : Dapit






