Kondisi Sungai Berubah Drastis, Warga Simpenan Minta Tambang Liar Segera Dihentikan

- Admin

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Warga Desa Loji dan Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan.

Warga Desa Loji dan Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan.

GELIATMEDIA.COM – Kondisi sungai yang melintasi Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, dikeluhkan warga karena dinilai mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sungai yang sebelumnya dikenal jernih dan menjadi sumber kebutuhan masyarakat kini disebut berubah keruh, sementara dasar alirannya dipenuhi material batu dan pasir.

Keluhan tersebut disampaikan warga Desa Loji dan Desa Cidadap yang menduga perubahan kondisi sungai dipengaruhi oleh aktivitas tambang liar di wilayah hulu. Mereka meminta pemerintah dan aparat penegak hukum segera menertibkan penambangan ilegal yang disebut telah berlangsung selama lebih dari dua tahun.

Salah seorang warga Simpenan, Sumardiana, mengatakan perubahan kondisi sungai mulai dirasakan sejak aktivitas tambang liar marak terjadi. Menurutnya, masyarakat kini tidak lagi dapat memanfaatkan air sungai seperti sebelumnya, terutama saat musim kemarau.

Baca Juga :  Sekda Pantau Pos Pengamanan Nataru di Palabuhanratu

“Dulu air sungai jernih dan dimanfaatkan masyarakat, terutama saat musim kemarau. Sekarang kondisinya berbeda, air menjadi keruh dan banyak material batu maupun pasir,” ujar Sumardiana, Minggu (2/8/2026).

Ia menduga material sisa penambangan terbawa arus sungai ketika musim hujan. Endapan tanah, batu, dan pasir tersebut dinilai menyebabkan pendangkalan aliran sungai sehingga berpotensi meningkatkan risiko luapan air saat curah hujan tinggi.

Baca Juga :  Festipal Sukabumi Sukabunga, Perhelatan Akbar Promosi Kekyaan Potensi Daerah

Sumardiana juga mengaitkan perubahan kondisi sungai dengan banjir besar yang melanda Desa Loji dan Desa Cidadap pada akhir 2025 hingga 2026. Menurutnya, bencana tersebut mengakibatkan puluhan rumah hanyut, ratusan rumah mengalami kerusakan, serta ratusan hektare lahan persawahan tertutup hamparan batu dan pasir.

“Saya tinggal di Kedusunan Kawung Luwuk sejak tahun 1980-an. Selama puluhan tahun, belum pernah melihat banjir sebesar dua tahun terakhir,” katanya.

Meski demikian, Sumardiana menegaskan bahwa dugaan keterkaitan antara aktivitas tambang liar dengan banjir merupakan analisis dan keresahan masyarakat berdasarkan kondisi yang mereka amati di lapangan. Hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi dari instansi berwenang yang menyatakan hubungan sebab-akibat antara kedua hal tersebut.

Baca Juga :  DPD LPI Sukabumi Tanggapi Tantangan Oknum Ketua Forum Wartawan Inisial H , Usep : Kami Siap Kita Debat Depan Umum Mengenai Pemahaman Tentang KKN.

Ia berharap pemerintah bersama aparat terkait segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal sebelum kerusakan lingkungan semakin meluas.

“Harapan kami tambang liar segera ditertibkan agar sungai kembali jernih seperti beberapa tahun lalu dan bisa dimanfaatkan lagi oleh ribuan warga, terutama saat musim kemarau,” tandasnya.Jika diperlukan, saya juga dapat membuat caption, tag tanpa tagar, dan beberapa pilihan judul berita untuk naskah ini.***

 

 

(Red)

 

 

Berita Terkait

Ribuan Warga Memadati Alun-alun Cangehgar, KORMI Sukabumi Genjot Olahraga Masyarakat
Musdes Desa Cimaja Bahas RKPDes 2027, Warga Sampaikan Beragam Aspirasi Pembangunan
Bukan Undian! Owner PT Jatmika Banda Saputra Bawa Pulang Suzuki Carry dari Fortress di Bandung
BuildNext One Day Exhibition 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Kolaborasi Industri Konstruksi dan Properti
Gegap Gempita HUT ke-81 RI, Sukabumi Tunjukkan Semangat Kemerdekaan
RS Kebonjati Semarakkan HUT ke-81 RI dan Usia ke-78 dengan Kebersamaan
SURF COMPETITION 2026–Independence Day Resmi Ditutup, Semarak Kemerdekaan Menggema di Cimaja
Libatkan Dua Pelajar, PENYU Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut Palabuhanratu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:06 WIB

Ribuan Warga Memadati Alun-alun Cangehgar, KORMI Sukabumi Genjot Olahraga Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:35 WIB

Musdes Desa Cimaja Bahas RKPDes 2027, Warga Sampaikan Beragam Aspirasi Pembangunan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:13 WIB

BuildNext One Day Exhibition 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Kolaborasi Industri Konstruksi dan Properti

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gegap Gempita HUT ke-81 RI, Sukabumi Tunjukkan Semangat Kemerdekaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:58 WIB

RS Kebonjati Semarakkan HUT ke-81 RI dan Usia ke-78 dengan Kebersamaan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!