Bandung Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Tenis Meja Antarklub ASEAN 2026

- Admin

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung kembali menjadi panggung olahraga internasional.

Bandung kembali menjadi panggung olahraga internasional.

GELIATMEDIA.COM – Kota Bandung menjadi pusat perhatian dunia tenis meja Asia Tenggara dengan digelarnya 2nd Table Tennis ASEAN Club Championship (TTACC) 2026. Kejuaraan yang berlangsung mulai Kamis (11/6/2026) di Universitas Padjadjaran ini diikuti oleh 114 atlet dari 14 klub terbaik yang mewakili enam negara ASEAN.

Berbeda dari kejuaraan tenis meja pada umumnya, TTACC hadir sebagai ajang yang mempertemukan klub-klub terbaik di kawasan ASEAN melalui format kompetisi yang semakin profesional. Penyelenggara bahkan menargetkan turnamen ini berkembang menjadi kompetisi antarklub paling bergengsi di Asia Tenggara.

Pimpinan penyelenggara TTACC 2026, Yon Mardiono Oscar, S.H., mengatakan kejuaraan tersebut menjadi tolok ukur kemampuan atlet muda maupun senior yang mewakili klub dan negara masing-masing.

“Kejuaraan ini menjadi ukuran sejauh mana kemampuan atlet yang mewakili negaranya. Mereka tentu sudah melakukan persiapan panjang dan ingin menunjukkan hasil terbaik di Bandung,” ujar Yon saat jamuan makan malam atlet dan ofisial di Pendopo Wali Kota Bandung, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga :  Proliga 2024, Ayi Subarna: Optimis bjb Tandamata Hattrick Juara

Menurut Yon, total hadiah yang mencapai lebih dari Rp120 juta menjadi salah satu faktor yang diperkirakan akan membuat persaingan berlangsung ketat pada penyelenggaraan tahun ini.

“Hadiahnya cukup besar sehingga menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk tampil maksimal. Kami berharap kualitas kompetisi terus meningkat dan menarik lebih banyak peserta pada penyelenggaraan berikutnya,” katanya.

Yon menjelaskan, TTACC merupakan bagian dari agenda komunitas tenis meja ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Club Championship Community (ACC Club). Organisasi tersebut berperan sebagai wadah kolaborasi antarklub tenis meja di kawasan Asia Tenggara guna membangun kompetisi yang berkelanjutan.

Kejuaraan perdana sebelumnya digelar di Bangkok, Thailand. Setelah Bandung menjadi tuan rumah tahun ini, penyelenggaraan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Vietnam. Pola rotasi tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan pembinaan atlet di tingkat regional.

Baca Juga :  Pameran Lukisan Siliwangi Untuk Indonesiaku, Siap Warnai HUT Ke-80 Kodam III/Siliwangi

“Kami ingin menjadikan TTACC seperti Liga Champions di sepak bola, tetapi untuk tenis meja ASEAN. Klub-klub terbaik bertemu secara rutin dan kualitas persaingan terus meningkat dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Persaingan pada TTACC 2026 diprediksi semakin sengit karena sejumlah klub diperkuat pemain berkualitas internasional. Dalam regulasi kompetisi, setiap klub diperbolehkan merekrut pemain asing sehingga kekuatan tim menjadi lebih kompetitif.

Yon mencontohkan, salah satu klub asal Vietnam diperkuat pemain dari Tiongkok. Selain itu, sejumlah atlet Thailand juga hadir dengan pengalaman bertanding di level dunia dan reputasi yang cukup mentereng.

“Beberapa tim diperkuat pemain yang memiliki peringkat dunia cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa kualitas turnamen semakin meningkat dan mendapat perhatian serius dari klub-klub peserta,” ujarnya.

Baca Juga :  Banjir dan Longsor Landa Sukabumi, Mabes TNI Salurkan 1.000 Paket Sembako

Dari Indonesia, perhatian tertuju kepada sejumlah atlet muda potensial yang mulai menunjukkan kiprah di kancah internasional. Salah satunya adalah Muhamad Naufal Junindra Irawan atau Naufal Junindra, atlet muda binaan klub ONIC Jakarta yang baru berusia 17 tahun dan saat ini menempati peringkat ke-63 dunia kategori U-19.

Kehadiran para atlet muda berprestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan tenis meja di kawasan ASEAN terus berkembang dan mampu melahirkan pemain yang siap bersaing di level global.

Bagi Kota Bandung, penyelenggaraan TTACC 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga internasional, tetapi juga semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan event olahraga berskala regional.

Selama tiga hari pelaksanaan, perhatian pencinta tenis meja ASEAN akan tertuju ke Bandung sebagai arena pertarungan klub-klub terbaik dalam memperebutkan supremasi tenis meja Asia Tenggara.***

 

Reporter : Mia

 

Follow WhatsApp Channel geliatmedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Bupati Sukabumi Lepas Atlet POPWILDA Jabar 2026, Targetkan Prestasi dan Junjung Sportivitas
Kultura Persib di Braga, Elia Yoesman Ubah Sejarah dan Spirit Bobotoh Menjadi Karya Seni
Pameran Kultura Persib Angkat Persib sebagai Identitas dan Warisan Budaya Masyarakat Bandung
Dukungan untuk Persib Mengalir dari Sukabumi, Bupati Gelar Nobar dan Jalan Santai
Jalan Jakarta Jadi Lautan Manusia Saat Kirab Budaya Bandung Digelar
Hati Bergetar K-Pop vs Tari Tradisi di Film Silent Dance, Akankah Budaya Kita Hilang
Kejuaraan Karate Piala Bupati Sukabumi III Dukung Pengembangan Olahraga Prestasi
Ajang Kejurda Karate Jadi Momentum Persiapan Atlet Sukabumi Menuju Porprov

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:36 WIB

Bandung Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Tenis Meja Antarklub ASEAN 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:32 WIB

Kultura Persib di Braga, Elia Yoesman Ubah Sejarah dan Spirit Bobotoh Menjadi Karya Seni

Senin, 8 Juni 2026 - 13:55 WIB

Pameran Kultura Persib Angkat Persib sebagai Identitas dan Warisan Budaya Masyarakat Bandung

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:02 WIB

Dukungan untuk Persib Mengalir dari Sukabumi, Bupati Gelar Nobar dan Jalan Santai

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:54 WIB

Jalan Jakarta Jadi Lautan Manusia Saat Kirab Budaya Bandung Digelar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!