GELIATMEDIA.COM -, Lima mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Kebonjati Bandung menggelar penyuluhan mengenai pencegahan stunting di depan Poliklinik Anak RS Kebonjati Bandung, Jumat (14/8/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mengenali dan mencegah stunting sejak dini, khususnya pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.
Salah satu mahasiswa Akper Kebonjati, Dini, menyampaikan materi mengenai stunting, mulai dari penyebab, ciri-ciri hingga dampaknya terhadap tumbuh kembang anak.
Dini menjelaskan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh kurangnya asupan gizi ibu selama kehamilan maupun tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak pada masa pertumbuhan.
“Stunting bukan hanya berdampak pada kondisi fisik anak. Jika tidak dicegah, kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan anak, kemampuan fokus, daya tahan tubuh hingga meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari,” ujar Dini.
Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa juga menjelaskan sejumlah tanda yang perlu diperhatikan orang tua. Di antaranya tinggi badan anak berada di bawah standar usianya, berat badan tidak mengalami peningkatan secara konsisten, serta perkembangan anak lebih lambat dibandingkan anak seusianya.
Anak yang mengalami stunting juga berpotensi memiliki daya tahan tubuh lebih rendah sehingga lebih mudah mengalami infeksi berulang, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan.
Selain kekurangan gizi, sejumlah faktor lain juga dapat meningkatkan risiko stunting, seperti tidak mendapatkan ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang kurang bergizi, infeksi berulang, serta kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk.
Karena itu, Dini mengajak para orang tua melakukan pencegahan sejak dini dengan memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak, memberikan ASI eksklusif, menyediakan MPASI dengan gizi seimbang, serta rutin memantau pertumbuhan dan perkembangan anak melalui Posyandu.
Penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga juga dinilai penting untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat mengganggu proses pertumbuhan anak.
Penyuluhan yang berlangsung di depan Poliklinik Anak RS Kebonjati Bandung tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin, bahkan sejak masa kehamilan.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, mahasiswa Akper Kebonjati berharap para orang tua semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi serta pemantauan tumbuh kembang anak, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan optimal.***
Reporter : Mia








Komentar