Lima Mahasiswa Akper Kebonjati Bandung Edukasi Masyarakat tentang Pencegahan Stunting

- Admin

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Lima mahasiswa Akper Kebonjati Bandung

Lima mahasiswa Akper Kebonjati Bandung

GELIATMEDIA.COM -, Lima mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Kebonjati Bandung menggelar penyuluhan mengenai pencegahan stunting di depan Poliklinik Anak RS Kebonjati Bandung, Jumat (14/8/2026) pagi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mengenali dan mencegah stunting sejak dini, khususnya pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.

Salah satu mahasiswa Akper Kebonjati, Dini, menyampaikan materi mengenai stunting, mulai dari penyebab, ciri-ciri hingga dampaknya terhadap tumbuh kembang anak.

Dini menjelaskan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh kurangnya asupan gizi ibu selama kehamilan maupun tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak pada masa pertumbuhan.

Baca Juga :  Peringati Hari Gizi Nasional, Kepala Dinas Perikanan Sukabumi Tekankan Pentingnya Pola Makan Sehat

“Stunting bukan hanya berdampak pada kondisi fisik anak. Jika tidak dicegah, kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan anak, kemampuan fokus, daya tahan tubuh hingga meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari,” ujar Dini.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa juga menjelaskan sejumlah tanda yang perlu diperhatikan orang tua. Di antaranya tinggi badan anak berada di bawah standar usianya, berat badan tidak mengalami peningkatan secara konsisten, serta perkembangan anak lebih lambat dibandingkan anak seusianya.

Baca Juga :  RS Kebonjati Bandung Rayakan HUT ke-81 RI dengan Pakaian Adat Nusantara dan Semangat Pelayanan

Anak yang mengalami stunting juga berpotensi memiliki daya tahan tubuh lebih rendah sehingga lebih mudah mengalami infeksi berulang, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan.

Selain kekurangan gizi, sejumlah faktor lain juga dapat meningkatkan risiko stunting, seperti tidak mendapatkan ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang kurang bergizi, infeksi berulang, serta kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk.

Karena itu, Dini mengajak para orang tua melakukan pencegahan sejak dini dengan memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak, memberikan ASI eksklusif, menyediakan MPASI dengan gizi seimbang, serta rutin memantau pertumbuhan dan perkembangan anak melalui Posyandu.

Baca Juga :  Tanggap Bencana, Babinsa Cidadap Laksanakan Pengecekan Daerah Rawan Bencana Longsor

Penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga juga dinilai penting untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat mengganggu proses pertumbuhan anak.

Penyuluhan yang berlangsung di depan Poliklinik Anak RS Kebonjati Bandung tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin, bahkan sejak masa kehamilan.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, mahasiswa Akper Kebonjati berharap para orang tua semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi serta pemantauan tumbuh kembang anak, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan optimal.***

 

 

Reporter : Mia

 

Berita Terkait

PT DMCG Gelar Rapat Koordinasi UKL-UPL Rencana Eksplorasi Panas Bumi Cisolok–Cisukarame
Camat Cisolok Okih Pajri Assidiq Tegaskan Kepatuhan PBG Dapur SPPG, Pelanggaran MBG Terancam Sanksi
TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Renovasi Masjid Al-Barokah dan Dorong UMKM Desa Girimukti
Panitia HSN 2026 Palabuhanratu Matangkan Persiapan, Sejumlah Kegiatan Meriah Siap Digelar
Satekah Polah Ngabela Nu Susah! Aksi Sosial Bagong Mogok Bikin Haru Warga Palabuhanratu.
Pemdes Cimaja Gelar Musrenbangdes, Tetapkan RKP Desa 2027 dan Usulan 2028
Polisi Sukabumi Ini Bikin Salut! Dari Gadaikan SK Hingga Bangun Pesantren Mobile
10 Ketua FSDS se-Kecamatan Palabuhanratu Dikukuhkan, Dorong Penguatan Peran Masyarakat dalam Mewujudkan Lingkungan Sehat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:04 WIB

PT DMCG Gelar Rapat Koordinasi UKL-UPL Rencana Eksplorasi Panas Bumi Cisolok–Cisukarame

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Camat Cisolok Okih Pajri Assidiq Tegaskan Kepatuhan PBG Dapur SPPG, Pelanggaran MBG Terancam Sanksi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Renovasi Masjid Al-Barokah dan Dorong UMKM Desa Girimukti

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Panitia HSN 2026 Palabuhanratu Matangkan Persiapan, Sejumlah Kegiatan Meriah Siap Digelar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Satekah Polah Ngabela Nu Susah! Aksi Sosial Bagong Mogok Bikin Haru Warga Palabuhanratu.

Berita Terbaru