GELIATMEDIA.COM – Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menghadiri ajang selancar di Pantai Cimaja, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong pengembangan Cimaja sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia.
Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas mengatakan, Pantai Cimaja memiliki potensi wisata yang belum tentu dimiliki daerah lain, salah satunya karakter ombak yang menjadi daya tarik bagi para peselancar.
“Cimaja ini adalah salah satu destinasi wisata yang belum tentu dimiliki daerah lain. Salah satunya adalah ombak,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026)
Menurutnya, kompetisi surfing yang rutin digelar setiap tahun menunjukkan bahwa Cimaja memiliki daya tarik kuat di mata peselancar. Bahkan, kompetisi kali ini diikuti peserta dari sejumlah negara.
Ia berharap penyelenggaraan kompetisi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata Kabupaten Sukabumi sekaligus memperkuat citra daerah sebagai pemilik destinasi wisata berkelas dunia.
“Mudah-mudahan apa yang dilaksanakan hari ini bisa membuahkan hasil yang baik untuk kemudian hari. Ini juga bisa menjadi penanda bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki destinasi wisata kelas dunia. Ini harus kita dorong,” katanya.
Namun, Andreas menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan, terutama berkaitan dengan penataan kawasan dan fasilitas pendukung. Ia menyebut sebagian area di sekitar lokasi merupakan lahan milik pribadi sehingga pemerintah memiliki keterbatasan dalam membangun fasilitas secara langsung.
Karena itu, menurutnya, diperlukan kerja sama yang lebih jelas antara pemerintah dan pihak swasta dalam penataan kawasan. Dengan kolaborasi tersebut, pengembangan fasilitas dan potensi wisata di Cimaja dapat dilakukan secara lebih optimal.
“Kalau tempatnya milik pribadi, tentu kita tidak bisa sembarangan membangun. Karena itu perlu ada kerja sama yang bisa ditindaklanjuti ke depannya,” jelasnya.
Andreas juga menyebut masih banyak potensi yang dapat dikembangkan di sekitar kawasan Cimaja. Pemerintah daerah, kata dia, bersama pemerintah desa perlu mencari berbagai solusi agar potensi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa potensi surfing di Sukabumi tidak hanya berada di Cimaja. Kawasan Ujung Genteng juga memiliki potensi serupa, meskipun Cimaja selama ini lebih dikenal sebagai salah satu lokasi surfing unggulan.
“Untuk surfing ini tergantung selera, karena yang dibicarakan adalah ombak. Tapi yang pasti, di Sukabumi semuanya ada dan tinggal dinikmati,” katanya.
Dengan garis pantai Kabupaten Sukabumi yang mencapai sekitar 117 kilometer, Andreas menilai masih banyak titik lain yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata.
Ia berharap para peselancar maupun wisatawan yang datang ke Sukabumi tidak hanya menikmati Cimaja, tetapi juga mengeksplorasi berbagai destinasi lain di sepanjang pesisir Sukabumi.
“Dari garis pantai kita saja 117 kilometer, pasti ada titik-titik lainnya yang bisa dikembangkan. Para surfer dan pelancong yang datang ke sini bisa melihat titik-titik lainnya. Yang penting pengunjung senang dan kita layani dengan baik,” pungkasnya.***
Reporter : Dapit








Komentar