GELIATMEDIA.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi turut mencermati pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pesona Pariwisata yang menjadi agenda Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Selasa (11/8/2026).
Rapat paripurna tersebut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas yang mewakili Bupati Sukabumi untuk membacakan jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sukabumi.
Dalam jawaban tersebut, pemerintah daerah menegaskan bahwa penyertaan modal kepada Perumda Pesona Pariwisata diarahkan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan, merevitalisasi aset, serta mengembangkan destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi.
DPMD Kabupaten Sukabumi menilai penguatan sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan pemberdayaan masyarakat dan desa, khususnya melalui peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Kasubag Umum dan Kepegawaian DPMD Kabupaten Sukabumi, Tina, mengatakan pengembangan pariwisata perlu diikuti dengan keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah desa agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.
“Kami melihat pengembangan pariwisata bukan hanya berkaitan dengan destinasi, tetapi juga bagaimana masyarakat dan desa di sekitarnya dapat ikut mengambil peran. Dengan begitu, keberadaan destinasi wisata bisa mendorong UMKM, membuka peluang usaha, serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Tina.
Menurutnya, penguatan tata kelola menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program pembangunan pariwisata berjalan secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat nyata.
Tina juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, masyarakat, dan pihak terkait lainnya dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi.
“Kami berharap setiap kebijakan dan investasi di sektor pariwisata dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk berkembang. Sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat sangat diperlukan agar potensi yang ada bisa dikelola secara optimal,” jelasnya.
DPMD Kabupaten Sukabumi pun menilai pengembangan pariwisata yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi salah satu upaya memperkuat perekonomian desa.
Dengan pengelolaan yang baik, keberadaan destinasi wisata diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kuncinya adalah bagaimana pembangunan tersebut benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa dan masyarakat harus menjadi bagian dari proses pengembangan, bukan hanya sebagai penerima dampak,” pungkasnya.***
(Red)






