GELIATMEDIA.COM – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menegaskan nilai silih asah, silih asih, silih asuh sebagai kunci keberhasilan prajurit Siliwangi dalam menjalankan setiap tugas di berbagai wilayah.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Silaturahmi Halal Bihalal 1447 H Keluarga Besar TNI se-Jawa Barat yang digelar di Ballroom Grand Savoy Homan, Kamis (17/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Polda Jawa Barat berpangkat Kombes Pol, serta sejumlah organisasi seperti Pepabri, LVRI, FKPPI, HIPAKAD, Pemuda Panca Marga (PPM), PWSB, dan BMP Bandung Parahyangan.
Dalam sambutannya, Kosasih menekankan bahwa nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dalam Alquran menjadi landasan utama keberhasilan prajurit. Ia mengutip ayat “In ahsantum ahsantum li anfusikum” yang berarti setiap kebaikan akan kembali kepada diri sendiri. Menurutnya, prinsip tersebut telah membawa keberhasilan pasukan Siliwangi dalam berbagai penugasan, mulai dari Aceh hingga Papua.
Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya itu juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan kepedulian sosial di kalangan Keluarga Besar TNI (KBT) di Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Pangdam juga menyampaikan makna khusus bulan April bagi dirinya. Ia menyebut tanggal 17 April memiliki arti penting, bertepatan dengan peringatan HUT Kopassus sehari sebelumnya, serta bulan kelahiran dan ulang tahun pernikahannya.
Ia juga menyoroti kesamaan bulan kelahiran antara dirinya dan Gubernur Jawa Barat yang diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Selain itu, Kosasih mengingatkan pentingnya sedekah sebagai bentuk investasi sosial. Ia menyampaikan analogi “1 dikurangi 1 sama dengan 10” untuk menggambarkan pahala berlipat dari sedekah, serta mengajak masyarakat untuk tidak takut berbagi karena diyakini dapat mencegah musibah dan memperpanjang umur.
Lebih lanjut, ia mengumumkan bahwa Kodam III/Siliwangi membuka Lapangan Kodam dan Taman Merdeka untuk kegiatan olahraga masyarakat setiap hari Minggu. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat silaturahmi.
Pangdam juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya Sunda di tengah generasi muda. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan bahasa dan budaya daerah, meskipun menguasai bahasa asing.
BMP Bandung Parahyangan disebut sebagai salah satu wadah untuk menjaga nilai-nilai budaya dan semangat kejuangan bagi prajurit asal Jawa Barat dan Banten.
Di akhir kegiatan, dilakukan pemotongan kue ulang tahun Pangdam serta penyerahan bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) sebesar Rp25 juta per unit dan alat fogging untuk penanggulangan demam berdarah dengue (DBD).
Pangdam berharap sinergi antara KBT dan pemerintah daerah terus diperkuat guna mewujudkan Jawa Barat yang lebih maju, sehat, dan sejahtera.***
Reporter : Mia






