GELIATMEDIA.COM – Kemunculan kembali area parkir liar di sejumlah sudut Kota Bandung menjadi perhatian serius, meski razia dan penertiban rutin dilakukan oleh pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung.
Fenomena tersebut telah terpantau oleh Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Dishub Kota Bandung. Kepala Seksi Ketertiban Transportasi, Ulloh Abdulloh, secara aktif memimpin operasi penertiban bersama tim gabungan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepatuhan pengguna jalan serta menekan pelanggaran lalu lintas, khususnya parkir liar.
Menurut Ulloh, pihaknya hampir setiap hari melakukan pengawasan dan razia di lapangan. Namun, keterbatasan sarana dan jumlah personel membuat praktik parkir liar kerap terjadi kembali, bahkan terkesan “kucing-kucingan” dengan petugas.
Sementara itu, kondisi tersebut juga menjadi perhatian Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Parkir Kota Bandung. Sejumlah langkah inovatif tengah dikaji, di antaranya penambahan kantong-kantong parkir resmi, peningkatan sinergi lintas instansi dalam penertiban, serta penguatan sosialisasi kepada masyarakat.
Permasalahan parkir dinilai menjadi tantangan umum di kota-kota besar di Indonesia. Keterbatasan lahan, sarana prasarana, serta minimnya personel menjadi faktor utama yang memerlukan perhatian serius dari para pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, melalui Kepala Seksi BLUD Parkir, Yogi Mamesa, menyatakan pihaknya memahami berbagai persoalan yang muncul terkait parkir. Meski dihadapkan pada keterbatasan, Dishub tetap berupaya menghadirkan solusi inovatif.
“Kami terus melakukan kegiatan lintas instansi untuk menekan dan menertibkan parkir liar yang meresahkan warga. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat agar memarkir kendaraan di area resmi karena lebih aman dan tarifnya sesuai aturan,” ujarnya. Kamis (16/4/2026).
Yogi menambahkan, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir masih dapat dioptimalkan. Sejumlah usulan telah diajukan dan saat ini dalam tahap kajian, termasuk rencana penambahan area parkir resmi di sekitar terminal yang dikelola Dishub.
Beberapa konsep yang tengah dipertimbangkan antara lain pembangunan rooftop parking atau area parkir di atap gedung, serta sistem stacker parking yang memungkinkan kendaraan disusun dalam satu bangunan untuk efisiensi ruang.
“Kami juga akan meningkatkan sosialisasi melalui pemasangan banner di titik-titik tertentu agar masyarakat lebih tertib memarkir kendaraan di lokasi resmi. Selain itu, kami membuka partisipasi masyarakat untuk melaporkan titik parkir liar agar dapat ditindaklanjuti, apakah akan diresmikan atau ditutup,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memberikan masukan dan saran guna mendukung peningkatan layanan parkir sekaligus mendongkrak PAD Kota Bandung.***
Reporter : Mia






