GELIATMEDIA.COM – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E. secara resmi membuka kegiatan Siliwangi Santri Camp (SSC) 2026 di Lapangan Aula R.A. Kosasih Rindam III/Siliwangi, Jalan Menado, Kota Bandung, Jumat (17/4/2026). Program ini disebut sebagai kemah bela negara pertama di dunia yang secara khusus diikuti kalangan santri.
SSC 2026 diikuti sekitar 1.000 santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di Jawa Barat dan Banten. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 17 hingga 19 April 2026, di Dodikjur Rindam III/Siliwangi.
Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pembekalan melalui kurikulum Bela Negara dari Kementerian Pertahanan RI, pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI), serta pelatihan yang mencakup kedisiplinan, kepemimpinan, dan penguatan wawasan kebangsaan berbasis nilai-nilai keislaman.
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk karakter santri yang tidak hanya berilmu, tetapi juga disiplin serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Program SSC 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Kodam III/Siliwangi dan Ikatan Alumni Lemhanas RI Angkatan 62. Selain materi bela negara, kegiatan ini juga diisi dengan pembinaan mental spiritual, kegiatan outbound, team building, pengajian, apel kebangsaan, hingga deklarasi “Siliwangi Santri Bela Negara – Kader KKRI”. Para peserta nantinya akan memperoleh sertifikat bela negara sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mereka.
Koordinator Media SSC 2026, Sulhan, menyampaikan bahwa seluruh persiapan kegiatan telah mencapai 100 persen. Ia menilai program ini menjadi bukti bahwa pendekatan Kodam III/Siliwangi di lingkungan pesantren dilakukan secara edukatif, humanis, dan religius.
Acara pembukaan SSC 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, Kepala Kesbangpol Jawa Barat, para Asisten Kasdam III/Siliwangi, perwakilan Polda Jawa Barat, Danrindam III/Siliwangi Brigjen TNI Bagus, perwakilan Artha Graha Group, PT Albasi Karanglayung Indonesia, para pembina pondok pesantren, IKAL 62, serta Dandim Kota Bandung.***
Reporter : Mia






