Sekjen Kementan Tekankan Ketahanan Pangan sebagai Pilar Ketahanan Nasional di SSC 2026

- Admin

Sabtu, 18 April 2026 - 16:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Ketahanan pangan menjadi fondasi utama 

Ketahanan pangan menjadi fondasi utama 

GELIATMEDIA.COM – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Dr. Suwandi, menegaskan bahwa ketahanan pangan dan ketahanan nasional merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Hal tersebut disampaikannya usai mengisi materi pada hari kedua kegiatan Siliwangi Santri Camp (SSC) 2026 yang digelar Kodam III/Siliwangi di Rindam III/Siliwangi, Jalan Menado, Kota Bandung, Sabtu (18/4/2026).

Dalam keterangannya kepada media, Suwandi mengapresiasi penyelenggaraan program SSC yang dinilainya sangat strategis. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi model pembinaan generasi muda, khususnya santri, dalam menumbuhkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.

Ia menjelaskan bahwa sejak masa Presiden Soekarno, persoalan pangan telah menjadi isu krusial yang menentukan keberlangsungan sebuah bangsa. Ketahanan pangan yang kuat, lanjutnya, akan berdampak langsung pada kokohnya ketahanan nasional serta terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Kadis Pertanian Sukabumi Apresiasi Peran Buruh Tani di Hari Buruh Internasional 2025

Suwandi juga mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah menjalin sinergi dengan TNI, Polri, serta berbagai kementerian untuk mencapai target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut, target tersebut telah tercapai pada 2025 berkat kolaborasi lintas sektor.

Selain itu, ia menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu memberikan kepastian pasar bagi petani. Program tersebut, kata dia, turut mendorong perputaran ekonomi di pedesaan dengan nilai signifikan setiap harinya.

Lebih lanjut, pemerintah saat ini tengah mendorong hilirisasi produk pertanian guna meningkatkan nilai tambah. Melalui pengolahan produk dari bahan mentah menjadi produk setengah jadi hingga produk akhir, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menekan angka kemiskinan di wilayah pedesaan.

Baca Juga :  Rumah Layak Huni untuk Ibu Siti Maryam Diresmikan Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi

Menurut Suwandi, berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah pusat, TNI, Polri, serta pemerintah daerah di berbagai tingkatan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai nasionalisme kepada para santri. Ia menyebut, pendidikan di SSC tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kecintaan terhadap produk dalam negeri serta penghargaan terhadap jerih payah petani.

Suwandi menambahkan bahwa ketahanan pangan merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh elemen bangsa dan memiliki keterkaitan langsung dengan ketahanan nasional. Ia juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai dalam ajaran agama, termasuk larangan menyia-nyiakan makanan.

Terkait pengembangan pesantren, Suwandi menyambut baik kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan TNI melalui program Pondok Pesantren Tani yang telah berjalan di berbagai daerah. Program tersebut dinilai sejalan dengan konsep SSC dalam memberdayakan santri di sektor pertanian.

Baca Juga :  Harta Kekayaan Capai Rp30 Miliar, Bupati Sukabumi Duduki 3 Besar Kepala Daerah Terkaya di Jawa Barat

Ia juga menyoroti potensi besar pesantren yang memiliki lahan pertanian, hortikultura, hingga perkebunan yang dapat dikelola secara produktif oleh para santri, termasuk melalui koperasi pesantren yang bermitra langsung dengan pasar.

Menutup paparannya, Suwandi berpesan agar para peserta SSC mampu menjadi agen perubahan di daerah masing-masing dengan menanamkan semangat nasionalisme serta mendukung ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan NKRI.

Sementara itu, kegiatan Siliwangi Santri Camp 2026 yang digelar oleh Kodam III/Siliwangi bersama IKAL 62 tersebut diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah.***

 

 

 

 

 

 

Reporter : Mia

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Karang Taruna Cikakak Gelar Bulan Bakti dan HUT ke-66, Dorong Pemuda Aktif Berkontribusi untuk Masyarakat
AKSIOMA KKMTS Palabuhanratu 2026 Digelar, Jaring Bibit Unggul di Bidang Seni dan Olahraga
Pisah Sambut Kapolsek Cisolok, AKP Bayu Saeful Bahari Digantikan AKP Yopi Hadisugara
Ratusan Petani Berkumpul di Palabuhanratu, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan dan Reforma Agraria
Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim 0622/Kab.Sukabumi Gelar Bazar Murah untuk Rakyat
RS Bumi Jayanti Palabuhanratu Resmi Dibangun, Perluas Akses Kesehatan Sukabumi Selatan
Desa Buniwangi Gelar Musrenbangdes, Bahas Prioritas Pembangunan Desa Tahun 2027
Pemdes Citarik Angkat Bicara soal Pendangkalan Sungai Citando, Siap Fasilitasi Warga dan PT ATR

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:14 WIB

Karang Taruna Cikakak Gelar Bulan Bakti dan HUT ke-66, Dorong Pemuda Aktif Berkontribusi untuk Masyarakat

Sabtu, 26 September 2026 - 18:32 WIB

AKSIOMA KKMTS Palabuhanratu 2026 Digelar, Jaring Bibit Unggul di Bidang Seni dan Olahraga

Rabu, 23 September 2026 - 16:01 WIB

Ratusan Petani Berkumpul di Palabuhanratu, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan dan Reforma Agraria

Selasa, 22 September 2026 - 13:09 WIB

Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim 0622/Kab.Sukabumi Gelar Bazar Murah untuk Rakyat

Minggu, 20 September 2026 - 12:56 WIB

RS Bumi Jayanti Palabuhanratu Resmi Dibangun, Perluas Akses Kesehatan Sukabumi Selatan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!