Sabandar Karimadi Palabuhanratu Bertahan 45 Tahun, Tantangan Kini Datang dari Perubahan Zaman

- Admin

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Perguruan Pencak Silat Sabandar Karimadi

Perguruan Pencak Silat Sabandar Karimadi

GELIATMADIA.COM – Hampir setengah abad bertahan di Palabuhanratu, Perguruan Pencak Silat Sabandar Karimadi kini menghadapi tantangan baru. Persoalannya bukan lagi sekadar menjaga keberlangsungan jurus dan keilmuan, tetapi bagaimana menarik kembali minat generasi muda untuk mempelajari warisan budaya pencak silat di tengah perkembangan zaman.

Menjelang milangkala ke-45, para pinisepuh dan murid Sabandar Karimadi Palabuhanratu kembali berkumpul. Selain mempersiapkan peringatan perguruan, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membahas keberlanjutan ilmu pencak silat agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Guru Besar sekaligus salah satu penerus Perguruan Pencak Silat Sabandar Karimadi Palabuhanratu, Abah Ateng Sofyan, menjadi salah satu sosok yang turut menjaga perjalanan panjang perguruan tersebut.

Pria yang kini berusia hampir 70 tahun itu mengenal Sabandar Karimadi sejak berusia sekitar 10 tahun. Pada era 1970-an, ia mengikuti gurunya, Abah Uci almarhum, yang saat itu mengembangkan silat Sukabumian dengan perpaduan ilmu Cimande.

Perjalanan keilmuan tersebut terus berkembang. Memasuki era 1980-an, Abah Uci mulai mengenalkan ilmu Budi Suci dan Sabandar.

Abah Ateng kemudian semakin mendalami ilmu Sabandar Karimadi setelah menyaksikan demonstrasi ilmu tenaga dalam dalam sebuah kegiatan di Sukabumi. Rasa ingin tahunya membuat ia bertanya kepada sang guru mengenai ilmu tersebut hingga akhirnya diarahkan untuk belajar kepada Abah Iip Sarip di Cibadak.

Baca Juga :  Dispar Perkuat Sinergi Pelaku Usaha Jelang Idul Fitri 1447 H

Dari proses tersebut, perjalanan Abah Ateng dalam mempelajari sekaligus mengembangkan Sabandar Karimadi di Palabuhanratu terus berlanjut.

“Yang akhirnya sampai saat ini ilmu Sabandar Karimadi itu berkembang,” ujar Abah Ateng, Minggu (23/8/2026).

Dalam keilmuan Sabandar Karimadi terdapat lima jurus inti yang kemudian dikembangkan menjadi 24 rangkaian jurus. Keilmuan tersebut telah diajarkan selama puluhan tahun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Menurut Abah Ateng, sepanjang perjalanan perguruan, jumlah murid yang pernah mengikuti latihan Sabandar Karimadi di bawah pengajarannya telah mencapai ribuan orang.

Perkembangannya pun tidak hanya berlangsung di Palabuhanratu. Sejumlah cabang dan murid Sabandar Karimadi telah tersebar ke berbagai daerah, di antaranya Bogor, Jakarta dan wilayah lainnya.

Bagi Abah Ateng, perjalanan panjang tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan perguruan. Terlebih, sejumlah guru dan senior yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Sabandar Karimadi kini telah tiada.

Ia merasa memiliki kewajiban untuk memastikan ilmu yang diwariskan para pendahulu tidak berhenti pada satu generasi.

“Jangan sampai terhenti, terus sampai titik umur,” katanya.

Tantangan Regenerasi

Baca Juga :  Festival Pencak Silat Kapolres Cup 2025 Resmi Digelar di Palabuhanratu

Persoalan regenerasi menjadi salah satu tantangan yang kini cukup dirasakan para pelaku Sabandar Karimadi. Bah Dadang, S.Pd., salah seorang junior Abah Ateng sekaligus tokoh perguruan, menyebut perkembangan teknologi turut memengaruhi minat anak-anak terhadap pencak silat.

Menurutnya, pandemi Covid-19 sejak 2020 dan semakin kuatnya penggunaan telepon pintar membuat ketertarikan anak-anak terhadap kegiatan latihan pencak silat mengalami perubahan.

“Sekarang posisi kami prihatin. Semenjak Corona, terus datangnya Android, anak-anak peminatannya kurang,” ujar Bah Dadang.

Ia menggambarkan kondisi tersebut dengan banyak anak yang kini lebih sibuk menggunakan telepon genggam dibandingkan mengikuti latihan pencak silat.

Meski demikian, berkumpulnya kembali para pinisepuh dan murid Abah Uci menjelang milangkala ke-45 menjadi harapan baru. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal untuk kembali membesarkan Sabandar Karimadi Palabuhanratu.

Milangkala ke-45 Sabandar Karimadi Palabuhanratu rencananya digelar pada malam 17 Maulud. Persiapan dilakukan melalui musyawarah antara Abah Ateng bersama para senior perguruan.

Bah Dadang mengatakan, peringatan tersebut juga ingin dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa Sabandar Karimadi masih memiliki generasi, murid dan aktivitas yang terus berjalan.

“Intinya ingin membesarkan, supaya Sabandar itu bukan perguruan siluman. Artinya orangnya ada,” ujarnya.

Para murid yang selama ini tidak aktif juga diharapkan kembali hadir dalam momentum tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan akan diisi dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para guru dan sesepuh yang telah berjasa dalam perjalanan perguruan.

Baca Juga :  Dispar Sukabumi Gelar Grand Final Mojang Jajaka 2025

Bagi para pinisepuh, milangkala ke-45 bukan sekadar perayaan bertambahnya usia perguruan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa warisan budaya membutuhkan generasi yang bersedia mempelajari, menjaga dan meneruskannya.

Upaya mempertahankan keberadaan Sabandar Karimadi juga diarahkan pada penguatan fasilitas serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Bah Dadang mengatakan, pihak perguruan telah berkomunikasi dengan IPSI Kabupaten Sukabumi untuk memperoleh dukungan fasilitas.

Kebutuhan tersebut mencakup perlengkapan seni seperti kendang, peralatan olahraga pencak silat prestasi hingga sarana latihan seperti matras. Selain fasilitas, perguruan juga berharap kader-kader potensial Sabandar Karimadi mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan kepelatihan.

“Orang-orang yang berpotensi di Sabandar itu minta diikutsertakan dalam pelatihan pelatih yang sejajar dengan perguruan yang lain,” tuturnya.

Dengan regenerasi, penguatan fasilitas dan peningkatan kualitas kader, para pinisepuh berharap Sabandar Karimadi dapat terus bertahan dan berkembang, sekaligus menjaga warisan pencak silat agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.***

 

 

(Tono)

 

Berita Terkait

Dinas Pariwisata Sukabumi: Kuliner Lokal Bisa Jadi Daya Tarik Wisata
Pantai Karang Naya Palabuhanratu Kembali Dipadati Wisatawan Akhir Pekan
Dinas Pariwisata Sukabumi Dorong Penguatan Akses Menuju Palabuhanratu
25 Pelaku UMKM Ramaikan Plara Fest, Dinas Pariwisata Dorong Ekonomi Kreatif
Dispar Sukabumi Benahi Tata Kelola Parkir, Cegah Pungutan Liar di Kawasan Wisata
Dinas Pariwisata Luncurkan Pilot Project Pengelolaan Parkir, Wujudkan Kawasan Wisata SOMEAH
Dinas Pariwisata Matangkan Rangkaian HJKS ke-156, Momentum Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat
Curug Cimarinjung Jadi Ikon, Dinas Pariwisata Promosikan Keindahan Sukabumi ke Dunia

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Sabandar Karimadi Palabuhanratu Bertahan 45 Tahun, Tantangan Kini Datang dari Perubahan Zaman

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Dinas Pariwisata Sukabumi: Kuliner Lokal Bisa Jadi Daya Tarik Wisata

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Pantai Karang Naya Palabuhanratu Kembali Dipadati Wisatawan Akhir Pekan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Dinas Pariwisata Sukabumi Dorong Penguatan Akses Menuju Palabuhanratu

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:50 WIB

25 Pelaku UMKM Ramaikan Plara Fest, Dinas Pariwisata Dorong Ekonomi Kreatif

Berita Terbaru

error: Content is protected !!