GELIATMEDIA.COM – Sebanyak 327 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya. Pelantikan dipimpin Bupati Sukabumi H. Asep Japar di Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu, Senin (10/8/2026).
Dari ratusan pejabat yang dilantik, tiga pejabat baru dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis di Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi.
Ketiga pejabat tersebut yakni Redi Trisna Sanjaya yang dilantik sebagai Sekretaris Bapperida Kabupaten Sukabumi. Ia menggantikan Yuki Ramdan Priana yang mendapat promosi sebagai Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sukabumi.
Selanjutnya, Solihin Abidarda dipercaya menjabat Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Kabupaten Sukabumi. Posisi tersebut sebelumnya ditempati Kiki Zakiah yang kini mendapat amanah sebagai Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi.
Sementara itu, Elis Siti Aisah dilantik sebagai Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Sukabumi. Ia menggantikan Adi Gumbara Putra yang mendapat tugas baru sebagai Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran dan Pengawasan Sumber Daya Perikanan pada Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi.
Pelantikan ratusan pejabat tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat tata kelola birokrasi sekaligus mendukung pencapaian visi daerah, yakni Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah).
Dalam arahannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan disiplin, integritas, profesionalisme, dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, proses rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan dilakukan berdasarkan sistem merit dengan mempertimbangkan rekam jejak, kompetensi, kinerja, serta ketentuan peraturan yang berlaku.
“Proses rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan dilakukan berdasarkan sistem merit dengan mempertimbangkan rekam jejak, kompetensi, kinerja, serta aturan yang berlaku,” jelasnya.
Bupati juga meminta para pejabat yang baru dilantik membangun hubungan kerja yang baik, baik dengan atasan maupun bawahan. Seorang pemimpin, kata dia, harus memiliki etika, mampu bekerja sama, serta tidak merasa lebih tinggi dibandingkan bawahannya.
“Jangan merasa lebih tinggi dari bawahan. Kita semua punya tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas, H. Asep meminta aparatur sipil negara tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan menurunnya kualitas pelayanan publik.
Ia menekankan pentingnya efisiensi yang dibarengi dengan kreativitas dan inovasi. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat diharapkan tetap berjalan optimal meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran.
Selain itu, Bupati menyampaikan bahwa sejumlah jabatan diperkirakan akan mengalami kekosongan pada 2027 mendatang. Untuk itu, ia meminta seluruh ASN mempersiapkan diri dengan meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta menunjukkan kinerja terbaik.
“Siapkan diri, tingkatkan kemampuan dan tunjukkan kinerja. Hal itu harus dilakukan secara baik dan sesuai ketentuan,” pungkasnya.***
Reporter : Dapit






