GELIATMEDIA.COM – Kebakaran hebat melanda Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (25/7/2026) siang.
Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut menghanguskan puluhan rumah warga beserta sejumlah lumbung padi (leuit), dengan total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar.
Bupati Sukabumi H. Asep Japar turun langsung meninjau lokasi kebakaran sekaligus memastikan pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dalam penanganan para korban. Menurutnya, rapat koordinasi bersama seluruh instansi terkait akan digelar untuk menetapkan status dan langkah tanggap darurat.
“Besok pagi kami akan menggelar rapat bersama seluruh instansi terkait. Insya Allah akan dilakukan penanganan tanggap darurat,” ujar Asep Japar di lokasi kejadian.
Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kebakaran berdampak pada sekitar 70 kepala keluarga atau lebih dari 420 jiwa. Para korban untuk sementara mengungsi di rumah sanak saudara dan tetangga karena rumah-rumah tradisional berbahan bambu dengan atap ijuk yang mereka tempati habis dilalap api.
Pemerintah daerah juga mulai menyalurkan bantuan logistik guna memenuhi kebutuhan dasar para penyintas. Selain itu, dapur umum segera dioperasikan agar kebutuhan konsumsi warga terdampak tetap terpenuhi.
“Untuk malam ini makanan sudah dipersiapkan. Besok dapur umum akan segera dioperasikan,” kata Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi turut menyerahkan bantuan kepada para korban sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak musibah.
Sementara itu, Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Api pertama kali diketahui oleh anak-anak di sekitar fasilitas MCK umum yang berada di tepi kawasan permukiman adat.
Menurut Kuswan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik di area MCK. Kondisi bangunan yang berdempetan, mayoritas berbahan bambu dan beratap ijuk, ditambah embusan angin yang cukup kencang, menyebabkan api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah lainnya.
“Diduga kuat sumber api berasal dari korsleting listrik di area MCK. Karena mayoritas rumah beratap ijuk dan berdempetan, api dengan cepat merambat ke bangunan lain,” jelasnya.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Saat ini BPBD bersama Dinas Sosial terus melakukan penanganan darurat, termasuk menyiapkan tenda pengungsian bagi warga terdampak.
Sementara itu, proses pendataan masih berlangsung untuk memastikan jumlah rumah yang terbakar serta besaran kerugian, termasuk persediaan padi di sejumlah leuit milik warga Kampung Adat Ciptamulya yang turut hangus dilalap api.***
(Red)






