GELIATMEDIA.COM – Aksi kemanusiaan kembali dilakukan Komunitas Bagong Mogok (BM). Komunitas sosial tersebut meresmikan sekaligus menyerahkan rumah layak huni kepada warga kurang mampu di Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan peresmian dan penyerahan bantuan tersebut dihadiri langsung Founder Komunitas Bagong Mogok, Irjen Pol. H. Asep Guntur Rahayu, Ketua Umum AKBP (Purn) Hilman Muslim, Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi, Wakil Ketua Gopar Hendra Gunawan, Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, Forkopimcam Palabuhanratu, perwakilan pemerintah desa serta warga penerima manfaat.
Komunitas Bagong Mogok diketahui berdiri di Cianjur pada 2015 dan didirikan oleh Irjen Pol. Asep Guntur Rahayu. Sejak awal, komunitas tersebut berfokus pada kegiatan sosial, kepedulian serta aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Irjen Pol. Asep Guntur mengatakan, kegiatan di Desa Cibodas merupakan bentuk kolaborasi Komunitas Bagong Mogok bersama jajaran Polres Sukabumi dalam membantu masyarakat, termasuk melalui pembangunan rumah layak huni dan renovasi fasilitas pendidikan.
“Barusan peresmian dan serah terima kepada penerima bantuan rumah layak huni dan sekolah yang telah direnovasi oleh Kapolres Sukabumi bersama kami Komunitas Sosial Bagong Mogok. Awalnya kan di Cianjur, kebetulan saat ini Pak Kapolres berdinas di sini, jadi Kabupaten Sukabumi menjadi lebih intens lagi,” ujar Asep Guntur.
Menurutnya, meskipun aktivitas sosial Bagong Mogok kini cukup intens dilakukan di Sukabumi, kegiatan serupa tetap berjalan di berbagai daerah lainnya.
Jaringan komunitas tersebut telah berkembang hingga Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Lampung, Riau, bahkan Jeddah, Arab Saudi. Di Jeddah, kegiatan komunitas salah satunya diarahkan untuk membantu advokasi tenaga migran Indonesia.
Asep Guntur menjelaskan, nama Bagong Mogok memiliki filosofi yang menggambarkan semangat perjuangan dan ketangguhan dalam membantu masyarakat. Filosofi tersebut diperkuat dengan slogan Sunda, “Satekah polah ngabela nu susah”, yang bermakna berusaha semampu tenaga untuk membela dan membantu orang yang mengalami kesulitan.
“Kegiatan kita bersifat sosial, bantuan fisik dan hunian seperti renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu), pembangunan jembatan, sarana ibadah, dan rumah tahfiz. Juga bantuan langsung seperti sembako, santunan anak yatim, pemasangan penerangan jalan, serta bakti sosial di pondok pesantren,” jelasnya.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian dan kewajiban kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan maupun ekonomi, termasuk warga yang tertimpa musibah.
Untuk pembiayaan, kata Asep Guntur, kegiatan sosial Bagong Mogok berasal dari berbagai sumber, mulai dari iuran dan donasi anggota serta pengurus, bantuan para donatur, hingga hasil kegiatan tertentu yang kemudian dihimpun untuk mendukung aksi sosial.
“Untuk anggaran kita sendiri terkumpul dari iuran atau donasi dari rekan-rekan anggota dan pengurus, ada juga dari para donatur, kemudian dari kegiatan event tertentu yang hasilnya disatukan buat kegiatan sosial seperti ini,” pungkasnya.
Sementara itu, apresiasi disampaikan Kapolsek Simpenan AKP Bayu Sunarti Agustina yang turut mewakili warga penerima manfaat.
Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian Kapolres Sukabumi bersama Komunitas Bagong Mogok yang telah memberikan bantuan sekaligus kepedulian kepada warga.
“Saya sebagai Kapolsek Simpenan dan mewakili warga penerima manfaat mengucapkan banyak terima kasih dan syukur alhamdulillah. Bapak Kapolres dan Komunitas Bagong Mogok memberikan partisipasi dan bentuk kepeduliannya terhadap warga kami. Semoga apa yang telah diberikan mendapatkan balasan yang lebih,” ujarnya.
Bayu berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk turut berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga Komunitas Bagong Mogok diberikan kesehatan, panjang umur serta semakin sukses, dan bisa menginspirasi komunitas lain untuk berbagi rezeki untuk warga yang membutuhkan,” tutupnya.
Reporter : Asep Topiq








Komentar