GELIATMEDIA.COM – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menggelar Konsolidasi Akbar, Manifesto Gerakan, serta Semarak Hari Lahir (Harlah) PMII pada Jumat, (1/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Olahraga Saparua, Jalan Banda No. 28, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.
Acara yang mengusung tema “Reignite PMII Jawa Barat Menuju Masa Depan Peradaban” ini dihadiri sebanyak 160 pengurus dari 23 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Mereka dilantik di hadapan sekitar 2.000 kader PMII yang turut memadati lokasi kegiatan.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah juga tampak hadir dalam pelantikan tersebut, di antaranya Komisioner Bawaslu RI Lolly Suhenty, Ketua Umum PB PMII M. Sofiyulloh Cokro, Dr. H. Cucun A. Syamsurijal (Mobinas PB PMII), Dr. Wahyu Wijaya S.H. mewakili PB PMII, Ketua KOPRI PB PMII Wulan Sari AS, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat H. Anang Jauharuddin, Komisioner Bawaslu Jabar Agus Jawari, Komisioner KPU Jabar, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat H. Acep Jamaludin, Kepala Badan Kesbangpol, Kadispora Jawa Barat Hery Antasari, serta para alumni dan senior PMII.
Pelantikan PKC PMII Jawa Barat tersebut berdasarkan Surat Keputusan PB PMII Nomor 187.A/1.03/2026. Dalam proses pemilihan, Rusli Hermawan terpilih sebagai Ketua PKC PMII Jawa Barat dengan perolehan 17 dari 23 suara cabang. Sementara itu, Anisa Nurhopipah Disastra juga resmi dilantik sebagai Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Barat bersama jajaran pengurus lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua PKC PMII Jawa Barat, Rusli Hermawan, menegaskan tiga fokus utama gerakan organisasi, yakni otoritas moral, otoritas intelektual, dan otoritas praksis. Ia menekankan bahwa perjuangan untuk mewujudkan keadilan harus dilakukan secara aktif oleh kader PMII.
PKC PMII Jawa Barat, lanjutnya, mengadopsi semangat Bandung dan Konferensi Asia Afrika pada era Presiden Soekarno sebagai landasan dalam menghadapi tantangan global seperti dominasi kapital, hegemoni politik, neo-imperialisme, dan neokolonialisme dalam wajah baru. Spirit Dasa Sila Pergerakan pun dideklarasikan sebagai arah gerak organisasi.
Selain itu, Rusli juga menegaskan pentingnya menghidupkan kembali gerakan sosial, standarisasi kaderisasi, penguatan nilai Ahlussunnah wal Jamaah, serta solidaritas struktural dari tingkat rayon hingga wilayah. Ia menekankan bahwa visi dan misi PKC harus diterjemahkan ke dalam program kerja nyata di seluruh cabang di Jawa Barat.
Pelantikan ini dinilai sebagai bentuk penegasan sikap PMII Jawa Barat di tengah dinamika politik global yang kian kompleks. Dengan mengusung semangat Konferensi Asia Afrika, PMII Jawa Barat berkomitmen untuk kembali pada koridor perjuangan organisasi menuju masa depan peradaban.***
Reporter : Mia






