GELIATMEDIA.COM – Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan dengan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk kelalaian di fasilitas kesehatan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan akan mencopot pimpinan rumah sakit maupun puskesmas jika terjadi insiden serius, seperti kasus bayi yang hampir tertukar.
Pernyataan tersebut disampaikan Farhan di Pendopo Kota Bandung, Senin (13/4/2026), sebagai respons atas insiden yang terjadi di salah satu fasilitas kesehatan. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pelayanan kesehatan tidak hanya berada pada individu, melainkan melekat pada seluruh sistem organisasi, terutama pimpinan fasilitas kesehatan.
Farhan mengungkapkan, segera setelah menerima informasi terkait insiden tersebut, dirinya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta seluruh direktur rumah sakit di Kota Bandung. Ia menekankan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang.
Instruksi tersebut juga berlaku bagi seluruh puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Menurutnya, setiap unsur dalam organisasi harus memastikan pelayanan berjalan optimal dan sesuai standar.
Ia berharap langkah tegas ini dapat mendorong peningkatan disiplin, pengawasan, serta kualitas pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan. Pemerintah Kota Bandung ingin memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang aman, nyaman, cepat, dan profesional.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Bandung menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi kelalaian yang berpotensi merugikan masyarakat, baik di rumah sakit maupun puskesmas.***
Reporter : Mia






