GELIATMEDIA.COM – Suasana paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 mendadak berubah lebih cair saat 35 personel Badan Pembina Seni (Bapeni) Korpri Kabupaten Sukabumi tampil membawakan lagu Mati Lampu, Kamis (10/9/2026).
Penampilan tersebut tak hanya menghibur para tamu undangan, tetapi juga mengundang Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali untuk ikut bernyanyi bersama. Sorak dan keceriaan pun mewarnai suasana di ruang paripurna.
Suara 35 personel Bapeni menggema di ruangan, menghadirkan warna berbeda di tengah agenda pemerintahan yang umumnya berlangsung formal.
Lagu Mati Lampu yang populer dibawakan King Nassar tampil dengan nuansa berbeda ketika dibawakan Bapeni. Aransemen serta karakter vokal para personel memberikan warna tersendiri dan membuat suasana paripurna terasa lebih hangat dan dekat.
Sebelum membawakan Mati Lampu, Bapeni terlebih dahulu menyuguhkan lagu Rindu Purnama, karya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.
Lagu tersebut memiliki nuansa melankolis yang menggambarkan rasa rindu dan kesepian. Namun melalui penampilan Bapeni, nuansa tersebut berkembang menjadi sebuah ungkapan harapan dan refleksi perjalanan Kabupaten Sukabumi.
Nada-nada melankolis yang dibawakan 35 personel Bapeni seolah menggambarkan perjalanan daerah sekaligus harapan terhadap masa depan Kabupaten Sukabumi.
Penampilan tersebut disaksikan langsung sejumlah pejabat dan unsur pimpinan daerah, di antaranya Bupati Sukabumi Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali beserta jajaran legislatif, Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi, serta Dandim 0622 Letkol Inf Agung Ari Wibowo.
Di tengah agenda pemerintahan yang sarat dengan pembahasan pembangunan dan perjalanan daerah, kehadiran Bapeni memberikan warna tersendiri dalam momentum HJKS ke-156.
Pengasuh sekaligus Manajer Bapeni Korpri Kabupaten Sukabumi, Elis Hermawati, mengatakan musik dapat menjadi ruang untuk menyatukan suasana sekaligus memperlihatkan bahwa seni dapat hadir di tengah berbagai lapisan masyarakat.
“Musik menjadi ruang untuk menyatukan suasana, sekaligus memperlihatkan bahwa seni dapat hadir di tengah berbagai lapisan masyarakat,” kata Elis, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, tampil di hadapan para pemangku kebijakan bukan sekadar kesempatan untuk bernyanyi. Lebih dari itu, kehadiran Bapeni membawa pesan bahwa musik dapat menjadi ruang ekspresi, kebersamaan, sekaligus menghadirkan energi positif bagi masyarakat.
Salah satu personel Bapeni, Hilda Yanti, turut ambil bagian dalam penampilan yang berhasil menghidupkan suasana paripurna HJKS ke-156.
Penampilan Bapeni pun meninggalkan kesan berbeda dalam peringatan hari jadi Kabupaten Sukabumi tahun ini. Perpaduan lagu Rindu Purnama yang sarat makna dengan Mati Lampu yang penuh keceriaan menjadi gambaran bahwa seni mampu menghadirkan berbagai warna dalam sebuah momentum pemerintahan.
“Dari Rindu Purnama yang sarat rasa hingga Mati Lampu yang mengundang keceriaan, alhamdulillah kami dari Bapeni bisa menunjukkan bahwa musik tidak hanya tentang hiburan,” tandasnya.***
(Tono)








Komentar