Aktivitas Tambang di HGU Cipelang Kertajaya Disorot, Pengelolaan Lingkungan Jadi Perhatian

- Admin

Selasa, 29 September 2026 - 11:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

DLH Kabupaten Sukabumi

DLH Kabupaten Sukabumi

GELIATMEDIA.COM – Persoalan aktivitas pertambangan di lahan HGU Cipelang Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, tidak hanya menyangkut kelengkapan perizinan. Aspek pengelolaan lingkungan turut menjadi perhatian dalam inspeksi yang dilakukan tim gabungan di lokasi aktivitas PT Darma Prakasa Raya.

Dalam pengecekan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi turun bersama Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Satpol PP, DPMPTSP, serta Forkopimcam Simpenan untuk melihat secara langsung kondisi dan aktivitas perusahaan di lapangan.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah tailing dam, yakni kolam atau bendungan yang digunakan untuk proses pengendapan material lumpur dari kegiatan pertambangan.

Humas PT Darma Prakasa Raya, Ledy, menjelaskan bahwa fasilitas tailing dam di lokasi tersebut terdiri atas tiga bendungan yang digunakan sebagai tempat pengendapan lumpur.

Baca Juga :  Produksi Padi di Sukabumi Tetap Unggul, Komoditas Lain Ikut Meningkat

“Tailing dam itu tiga bendungan untuk pengendapan berupa lumpur di tailing dam tersebut, jadi yang mengaliri air ke sana itu jernih,” jelas Ledy.

Menurutnya, keberadaan tailing dam merupakan bagian dari fasilitas yang tetap harus dikerjakan perusahaan. Namun, menyusul adanya permintaan penghentian sementara aktivitas dari DPRD Kabupaten Sukabumi, pihak perusahaan menyatakan akan membahas persoalan tersebut bersama DLH.

“Harus itu dilaksanakan. Tapi itu lain lagi acaranya. Beliau juga memberikan kelonggaran dan kebijakan, tapi kita berbicara dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk pengkajian hal ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Warga resah Industri pengolahan Batu Hijau Di Cikembar diduga tak berijin dan mencemari lingkungan

Selain sistem pengendapan material, aktivitas pemerataan tanah di kawasan tersebut juga menjadi bagian yang dibahas dalam pengecekan.

Pihak perusahaan menyebut pemerataan tanah dilakukan sebagai langkah untuk mengantisipasi potensi banjir, khususnya ketika memasuki periode dengan curah hujan tinggi.

“Akan tetapi dengan adanya penghentian sementara, saya keberatan untuk mengajukan karena ini kan salah satu pemerataan tanah ini harus ada antisipasi terhadap banjir-banjir, gitu kan. Apalagi menghadapi curah hujan,” katanya.

Dari sisi pemerintah daerah, keterlibatan DLH dalam inspeksi tersebut menjadi bagian dari pengecekan lintas sektor terhadap aktivitas pertambangan yang berlangsung di kawasan HGU Cipelang Kertajaya.

Sebelumnya, Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi meminta aktivitas perusahaan dihentikan sementara sampai persoalan perizinan dinyatakan lengkap. DPRD juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap kegiatan pertambangan agar aktivitas yang berlangsung tidak menimbulkan persoalan terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Jalan Leucir, Caang Ngalir! Begini Cara Dinas PU Pamerkan Capaian Infrastruktur Sukabumi

Di tengah adanya pembahasan mengenai kelengkapan perizinan, keterlibatan DLH menjadi penting untuk melihat kesesuaian aktivitas di lapangan dengan ketentuan pengelolaan lingkungan yang berlaku.

Dengan demikian, persoalan aktivitas pertambangan di Cipelang Kertajaya tidak hanya berkaitan dengan boleh atau tidaknya kegiatan berjalan. Pengelolaan material hasil pertambangan, sistem pengendapan melalui tailing dam, pengendalian potensi banjir, hingga kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan menjadi bagian yang turut diperiksa dalam inspeksi tersebut.***

 

 

Reporter : Gandi

 

Berita Terkait

DLH Sukabumi Dorong Budaya Taat Lingkungan di Kalangan Pelaku Usaha
Pelaku Usaha di Sukabumi Diingatkan Soal Lingkungan, DLH Tegaskan Ada Konsekuensi
Disbudpora Kabupaten Sukabumi Dorong Pembinaan Atlet Muda melalui Turnamen Mini Soccer Bupati Cup 2026
Disbudpora Sukabumi: Panahan Berkuda Punya Potensi Besar untuk Dikembangkan
Tampil Solid, Dinas Perikanan Sukabumi Sabet Runner Up BAPOR KORPRI 2026
Tindak Lanjut Pertemuan Bupati, KSP RI Tinjau Kondisi Pascabencana Sukabumi
Pemkab Sukabumi Gandeng Pusat dan Provinsi Tingkatkan Kualitas Hunian Warga
Konflik Nelayan Ujunggenteng Berakhir, Penggunaan Jaring Apolo dan Jaring Tanam Disepakati Dihentikan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:16 WIB

Aktivitas Tambang di HGU Cipelang Kertajaya Disorot, Pengelolaan Lingkungan Jadi Perhatian

Senin, 28 September 2026 - 14:37 WIB

DLH Sukabumi Dorong Budaya Taat Lingkungan di Kalangan Pelaku Usaha

Senin, 28 September 2026 - 13:51 WIB

Pelaku Usaha di Sukabumi Diingatkan Soal Lingkungan, DLH Tegaskan Ada Konsekuensi

Minggu, 27 September 2026 - 21:15 WIB

Disbudpora Sukabumi: Panahan Berkuda Punya Potensi Besar untuk Dikembangkan

Minggu, 27 September 2026 - 10:27 WIB

Tampil Solid, Dinas Perikanan Sukabumi Sabet Runner Up BAPOR KORPRI 2026

Berita Terbaru

error: Content is protected !!