GELIATMEDIA.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (Grib Jaya) Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Tahun 2026 di Hotel Agusta Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (29/8/2026).
Mengusung tema “Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya”, Rakerda II tersebut menjadi forum konsolidasi sekaligus penyusunan program kerja DPD Grib Jaya Jawa Barat untuk satu tahun ke depan. Kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap kinerja organisasi selama satu tahun terakhir.
Kabupaten Sukabumi, khususnya kawasan pesisir Palabuhanratu, dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi Grib Jaya di Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPD Grib Jaya Jabar, pengurus DPC Grib Jaya se-Jawa Barat, Ketua DPD Grib Jaya Jabar Gabriel Alexander Etwiorry, Sekretaris H. Zulfikar, SE., serta jajaran bendahara organisasi.
Ketua DPD Grib Jaya Jawa Barat, Gabriel Alexander Etwiorry, mengatakan Rakerda II bukan sekadar agenda administratif, tetapi menjadi ruang refleksi sekaligus perencanaan strategis organisasi.
Menurut Gabriel, pelaksanaan Rakerda di Kabupaten Sukabumi juga bertepatan dengan satu tahun berdirinya DPC Grib Jaya Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan Haji Bram.
“Rakerda kali ini kita tunjuk Kabupaten Sukabumi, khususnya Palabuhanratu sebagai tuan rumah. Ini sekaligus menandai masuknya DPC Kabupaten Sukabumi ke tahun kedua di bawah kepemimpinan Haji Bram,” ujar Gabriel dalam sambutannya.
Ia menegaskan, program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), akan tetap menjadi prioritas Grib Jaya ke depan.
“Program sosial dan pemberdayaan UMKM akan terus menjadi prioritas utama kami. Kami ingin program-program ini tidak hanya di atas kertas, tetapi bisa menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Itulah wujud nyata kehadiran Grib Jaya,” katanya.
Dalam Rakerda tersebut, capaian konsolidasi organisasi di tingkat Kabupaten Sukabumi turut menjadi salah satu sorotan. Gabriel menyebut struktur organisasi Grib Jaya di Kabupaten Sukabumi telah mengalami perkembangan signifikan.
Saat ini, sebanyak 47 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Grib Jaya di Kabupaten Sukabumi disebut telah terbentuk secara lengkap atau mencapai 100 persen di tingkat kecamatan. Selain itu, jumlah anggota aktif Grib Jaya di Kabupaten Sukabumi diklaim telah mencapai sekitar 50.000 orang.
“Anggota Grib Jaya Kabupaten Sukabumi sudah menyentuh angka 50 ribu. Ini merupakan jumlah terbesar di tingkat kabupaten dan se-Jawa Barat. Capaian ini menjadi modal besar bagi kami untuk memperluas jangkauan kegiatan sosial,” ungkap Gabriel.
Sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat, rangkaian Rakerda II Tahun 2026 juga diisi dengan kegiatan sosial. Panitia menyiapkan khitanan massal bagi 200 anak yatim dari keluarga kurang mampu, bazar UMKM dengan harga terjangkau, serta layanan pengobatan gratis yang bekerja sama dengan instansi terkait.
Pelaksanaan khitanan massal bagi 200 anak tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu setelah kegiatan Rakerda.
“Grib Jaya hadir di Palabuhanratu harus memberikan dampak positif yang nyata,” tegas Gabriel.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Grib Jaya, Zulfikar, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Rakerda II di Kabupaten Sukabumi. Ia menekankan agar keberadaan organisasi dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat akar rumput.
“Kabupaten Sukabumi dipercaya menjadi tuan rumah Rakerda Grib Jaya yang kedua. Pesan kami dari DPD sangat jelas, bahwa Grib Jaya harus benar-benar dicintai, disenangi dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Zulfikar.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran DPD dan DPC Grib Jaya se-Jawa Barat untuk mempertajam program kerja yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Sejumlah program yang menjadi perhatian di antaranya bedah rumah, renovasi tempat ibadah, pembinaan UMKM, santunan anak yatim, hingga layanan kesehatan gratis.
Melalui pelaksanaan Rakerda II Tahun 2026, DPD Grib Jaya Jawa Barat berharap seluruh kader dapat bergerak bersama, memperkuat persatuan organisasi, serta menjadi garda terdepan dalam mengawal kepentingan masyarakat dan nilai-nilai kebangsaan.***
Reporter : Dapit








Komentar