GELIATMEDIA.COM – Padepokan Sabandar Karimadi Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus Milangkala ke-45 Padepokan Sabandar Karimadi, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, sesepuh budaya dan santri, KNPI, jajaran Polsek Palabuhanratu, serta warga sekitar. Suasana acara semakin meriah dengan penampilan Tari Pencak Silat yang melibatkan anggota padepokan Sekar Karimadi.
Peringatan tersebut menjadi momentum ganda bagi keluarga besar Padepokan Sabandar Karimadi. Selain memperingati perjalanan 45 tahun padepokan dalam menjaga dan melestarikan seni bela diri, spiritual, serta budaya Sunda, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Padepokan Sabandar Karimadi mengusung filosofi, “Iman di hati, Silat di diri, Berkah dalam setiap langkah.” Sementara semangat pelestarian budaya dan perjuangannya dituangkan melalui semboyan, “Satu Hati, Satu Jiwa, Satu Tujuan, Ngajayaken Silat, Ngabakti ka NU Nagri.”
Adapun peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengangkat tema “Teladani Akhlak Mulia Nabi Muhammad SAW dalam Setiap Langkah, Ucapan dan Perbuatan.”
Jajaran pelatih Sabandar Karimadi, Dadang, S.Pd., mengatakan Milangkala ke-45 bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai leluhur yang diwariskan Padepokan Sabandar Karimadi masih hidup dan tetap relevan hingga saat ini.
“Milangkala ke-45 ini bukan hanya seremonial, ini bukti nyata bahwa nilai-nilai leluhur Sabandar Karimadi masih hidup dan relevan. Maka dari itu, bertepatan dengan Maulid Nabi kami ingin menanamkan akhlak Rasulullah ke dalam setiap gerak dan laku murid-murid padepokan,” ujarnya.
Selama 45 tahun, Padepokan Sabandar Karimadi konsisten melakukan pembinaan terhadap generasi muda melalui tiga pilar utama, yakni agama, seni bela diri, dan budaya. Ketiga pilar tersebut menjadi bagian dari identitas perjuangan sekaligus kearifan lokal masyarakat Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Rangkaian kegiatan juga akan dilanjutkan pada malam hari dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustad Mama GB. Setelah acara tausiah, keluarga besar padepokan dan peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan Bukbang (mandi) di Sungai Sukawayana.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Padepokan Sabandar Karimadi tidak hanya memperingati perjalanan 45 tahun keberadaannya, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan, seni bela diri, serta pelestarian budaya Sunda kepada generasi muda.***
Reporter : Dapit








Komentar