Keluarga Korban yang Bayinya Meningal Dunia, Bantah Terima Uang Santunan 50 Juta dari RSUD Palabuhanratu,

- Admin

Jumat, 19 April 2024 - 19:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

GELIATMEDIA.COM – Banyaknya Rumor yang beredar di lapangan terkait sudah berdamai atau Restoratif Justice (RJ), serta adanya pemberian santunan sebesar 50 Juta rupiah Di bantah pihak keluarga.

Keluarga korban menggelar tahlilan dan acara Aqiqah almarhum putranya yang meninggal hampir 40 hari, dimana korban yang baru dilahirkan meninggal di RSUD Palabuhanratu. Meninggalnya karena adanya dugaan kelalaian penanganan pasien yang melahirkan dari pihak RSUD Palabuhanratu, sehingga keluarga korban melaporkan pihak RSUD Palabuhanratu ke Polres Sukabumi dan kasusnya kini masih ditangani oleh tim penyidik Tipidter Polres Sukabumi.

Ketika dugaan kasus tersebut masih ditangani oleh tim penyidik, beredar rumor bahwa keluarga korban dan pihak RSUD Palabuhanratu sudah berdamai atau Restoratif Justice (RJ). Atas adanya rumor tersebut, maka keluarga korban angkat bicara bahwa rumor tersebut adalah hoax atau bohong.

“Jadi masalah kasus yang menimpa keluarga saya yang kemarin anak saya meninggal itu sampai saat ini masih belum selesai, jadi inti nya kami selaku
keluarga sepenuhnya sudah melimpahkan ke pihak kepolisian,” papar Rizki Akbar selaku ayah korban saat ditemui awak media dirumahnya setelah menggelar tahlilan dan Aqiqah anaknya

Baca Juga :  Kuasa Hukum Bantah Keterlibatan H. Ahmad dalam Dugaan BBM Subsidi di Baleendah

Terkait adanya rumor yang katanya permasalahan tersebut sudah selesai dan menerima sejumlah nominal uang senilai Rp 50 juta dari pihak Rumah Sakit ke pihak keluarga atau Restoratif Justice (RJ). Rizki pun menegaskan bahwa rumor itu tidak benar atau hoax.

“Jadi kalau masalah itu tidak benar, justru saya juga merasa kaget dengan adanya rumor uang Rp 50 juta yang sudah di berikan pihak rumah sakit ke pihak korban. Itu bohong atau hoax, makanya saya juga merasa kaget, ko bisa seperti itu. Jadi intinya  itu hoax atau bohong,” tegas Rizki, Kamis (18/04/2024) malam.

Rizki pun menjelaskan bahwa pernah ada pihak rumah sakit secara pribadi datang ke rumah langsung dan meminta maaf.

Baca Juga :  Rumah Layak Huni untuk Ibu Siti Maryam Diresmikan Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi

“Jadi kemarin itu tepatnya tiga hari setelah kejadian, ada pihak RSUD Palabuhanratu datang kerumah saya 4 orang.
Ngaku nya sebagai pejabat rumah sakit, laki-laki 2 orang dan perempuan 2 orang, kebetulan pada waktu itu saya ga ada di rumah karna lagi di luar, yang nemui mereka itu istri saya sama mertua. Dia cuman minta maaf aja, tidak lebih ber’bicaranya cuman minta maaf saja,” terang Rizki.
Ditempat yang sama, mertua Rizki yaitu Dadang menjelaskan bahwa terkait permasalahan dengan pihak rumah sakit Palabuhanratu, Ia ingin permasalahan tersebut di usut sampai tuntas oleh pihak kepolisian.

“Saya sebagai orang tua tetap mendukung pihak kepolisian mengusut sampai tuntas kasus tersebut,” ujarnya

Mertua Rizky yang perempuan yaitu Ai Safitri menyampaikan bahwa waktu kemaren setelah 3 hari meninggal cucunya pihak rumah sakit datang ke rumah.

Ia pihak rumah sakit datang ke rumah, kalimat nya cuman minta maaf saja atas kelalaian rumah sakit,” katanya.

Baca Juga :  Pemdes Margalaksana Salurkan Bantuan Beras dari Bulog kepada 475 KPM

Awak media pun menanyakan saat datang kerumah, apakah pihak rumah sakit mengakui adanya dugaan kelalaian?

“Ia pihak rumah sakit mengakui,” jawabnya dengan singkat.

Terkait adanya rumor bahwa pihak RSUD dan keluarga korban sudah berdamai atau Restoratif justice, Humas RSUD Palabuhanratu, Bili saat ditemui awak media diruang kerja nya mengatakan bahwa sampai saat ini belum/tidak ada, malahan kemarin di kita ada pemanggilan oleh pihak kepolisian (Polres Sukabumi).

“Kalau datang ke keluarga korban memang benar, waktu itu kita sempat kerumahnya, kami datang kesana hanya mengucapkan belasungkawa. Intinya begini, turut berduka cita atau berbelasungkawa. Betul ada permohonan maaf secara institusi kalau memang ada pelayanan yang kurang memuaskan, itu saja,” pungkas Bili.

Bili pun menegaskan bahwa terkait adanya rumor tersebut pemberian uang itu tidaklah benar.***

Reporter : Asep T

Berita Terkait

Isu Tak Lagi Sejalan dengan Kadisdik Beredar, Sekdis Pendidikan Sukabumi Angkat Bicara
Pemdes Citarik dan Kecamatan Palabuhanratu Sidak Pembangunan SPBU di Kampung Cilengsi
Karang Taruna Cikakak Gelar Bulan Bakti dan HUT ke-66, Dorong Pemuda Aktif Berkontribusi untuk Masyarakat
AKSIOMA KKMTS Palabuhanratu 2026 Digelar, Jaring Bibit Unggul di Bidang Seni dan Olahraga
Pisah Sambut Kapolsek Cisolok, AKP Bayu Saeful Bahari Digantikan AKP Yopi Hadisugara
Ratusan Petani Berkumpul di Palabuhanratu, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan dan Reforma Agraria
Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim 0622/Kab.Sukabumi Gelar Bazar Murah untuk Rakyat
RS Bumi Jayanti Palabuhanratu Resmi Dibangun, Perluas Akses Kesehatan Sukabumi Selatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:20 WIB

Isu Tak Lagi Sejalan dengan Kadisdik Beredar, Sekdis Pendidikan Sukabumi Angkat Bicara

Senin, 28 September 2026 - 15:05 WIB

Pemdes Citarik dan Kecamatan Palabuhanratu Sidak Pembangunan SPBU di Kampung Cilengsi

Minggu, 27 September 2026 - 20:14 WIB

Karang Taruna Cikakak Gelar Bulan Bakti dan HUT ke-66, Dorong Pemuda Aktif Berkontribusi untuk Masyarakat

Sabtu, 26 September 2026 - 18:32 WIB

AKSIOMA KKMTS Palabuhanratu 2026 Digelar, Jaring Bibit Unggul di Bidang Seni dan Olahraga

Jumat, 25 September 2026 - 15:43 WIB

Pisah Sambut Kapolsek Cisolok, AKP Bayu Saeful Bahari Digantikan AKP Yopi Hadisugara

Berita Terbaru

error: Content is protected !!