puluhan hektar lahan Pertanian di cihaur rusak,warga gagal panen mengakibatkan kerugian

- Admin

Senin, 7 April 2025 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan hektar lahan pertanian di Desa Cihaur rusak parah akibat aktivitas industri. Warga alami gagal panen dan kerugian besar, menuntut tanggung jawab dari PT Golden atas dampak lingkungan yang terjadi.

Puluhan hektar lahan pertanian di Desa Cihaur rusak parah akibat aktivitas industri. Warga alami gagal panen dan kerugian besar, menuntut tanggung jawab dari PT Golden atas dampak lingkungan yang terjadi.

GELIATMEDIA.COM – Masyarakat desa Cihaur gagal panen,lebih dari 50 hektar lahan pertanian rusak parah,dan kerugian yang di alami lumayan besar,atas prihal di atas desa cihaur kecamatan simpanan kabupaten Sukabumi kini menjadi sorotan setelah warga setempal mengalami gahal panen ,menurut keterangan warga di akibatkan aktivitas PT.Golden

Warga Desa Cihaur yang diwawancarai oleh media mengungkapkan kekecewaannya terhadap PT Golden yang beroperasi tanpa memperhatikan dampak lingkungan

Baca Juga :  Banjir dan Longsor Landa Sukabumi, Mabes TNI Salurkan 1.000 Paket Sembako

“Kami sudah berulang kali meminta perusahaan ini untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, namun sepertinya tidak ada perubahan,” ucap dahlan kp cikonfang

Aktivitas pengerukan yang dilakukan oleh PT Golden diduga kuat sebagai penyebab utama terjadinya bencana lumpur ini. Lumpur yang mengalir ke lahan pertanian warga telah merusak struktur tanah dan menghancurkan tanaman yang sedang tumbuh.

“Ini bukan hanya soal gagal panen, tapi juga tentang masa depan kami sebagai petani. Kami tidak bisa lagi mengandalkan lahan pertanian sebagai sumber penghidupan kami,” imbuh  mas rebo  warga kp cienggang

Baca Juga :  Anggota Koramil 0622-02/Palabuhanratu Ikut Bantu Pembersihan Sisa Material Runtuhan Bangunan Sekolah

Masyarakat Desa Cihaur kini menuntut PT Golden untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang telah terjadi. Mereka meminta perusahaan untuk memberikan kompensasi yang layak dan menghentikan aktivitas yang dapat merusak lingkungan lebih lanjut.

Pemerintah setempat diharapkan untuk segera turun tangan dan menginvestigasi kasus ini.

Baca Juga :  Mengantisipasi Kemacetan pada Momen Mudik Lebaran. Polres Sukabumi lakukan Rekayasa lalu lintas.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan keadilan kepada warga Desa Cihaur dan memastikan bahwa perusahaan patuh terhadap peraturan lingkungan,” ungkap nya

Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana aktivitas industri dapat berdampak besar pada lingkungan dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk menjalankan operasionalnya dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.***

 

 

 

Reporter : Asep T

 

 

Follow WhatsApp Channel geliatmedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dishub Gelar Ramp Check di Terminal Palabuhanratu Jelang Lebaran 2026
Damkarmat Sigap Tangani Kebakaran Mobil Xesia di Kadudampit
Ronda Malam Diaktifkan, Kepala Dusun Warga Harus Kompak Jaga Keamanan
Operasi Non Kebakaran, Damkar Amankan Lingkungan Sekolah TK dari Serangan Ulat
Aksi Cepat Petugas Damkar Amankan Satwa Liar di Lingkungan Warga
Jelang Ramadan, Pengunjung Membludak di Pantai Karanghawu, Satu Wisatawan Nyaris Tenggelam
Damkar Bergerak Cepat Tangani Kebakaran Pabrik Tahu dan Rumah di Cicantayan
Dishub Perketat Pengawasan Travel Gelap, Pelanggar Terancam Sanksi Pidana

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:49 WIB

Dishub Gelar Ramp Check di Terminal Palabuhanratu Jelang Lebaran 2026

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:21 WIB

Damkarmat Sigap Tangani Kebakaran Mobil Xesia di Kadudampit

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:40 WIB

Ronda Malam Diaktifkan, Kepala Dusun Warga Harus Kompak Jaga Keamanan

Kamis, 26 Februari 2026 - 06:42 WIB

Operasi Non Kebakaran, Damkar Amankan Lingkungan Sekolah TK dari Serangan Ulat

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:19 WIB

Aksi Cepat Petugas Damkar Amankan Satwa Liar di Lingkungan Warga

Berita Terbaru

error: Content is protected !!