GELIATMEDIA.COM – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bandung yang digelar di Ballroom Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta No. 147-149, Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).
Di hadapan ratusan kader PSI, Jokowi secara terbuka memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI. Ia menegaskan bahwa dirinya telah menjadi bagian dari keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025.
“Saya sudah masuk menjadi keluarga besar PSI itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun lalu. Banyak yang enggak percaya, sekarang saya buka saja kartu anggota saya,” ujar Jokowi dalam arahannya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam Rakorda PSI Kota Bandung. Jokowi menunjukkan langsung KTA yang dimilikinya di hadapan peserta kegiatan.
Jokowi: Struktur PSI Bandung Sudah 100 Persen
Jokowi menjelaskan alasan dirinya bersama Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep hadir dalam Rakorda tersebut.
Menurut Jokowi, struktur organisasi PSI di Kota Bandung telah rampung hingga tingkat bawah. Kondisi itu dinilainya menjadi momentum penting untuk memastikan struktur yang sudah terbentuk dapat bekerja secara nyata.
“Kenapa saya dan Ketum datang? Karena Bandung sudah 100 persen,” kata Jokowi.
Dalam Rakorda tersebut, struktur PSI Kota Bandung disebut telah mencakup 30 kecamatan dengan masing-masing enam pengurus. Selain itu, sebanyak 121 kelurahan juga telah memiliki kepengurusan.
Jokowi mengingatkan agar kelengkapan struktur tidak hanya berhenti pada persoalan administratif. Menurutnya, seluruh pengurus harus mampu menjalankan fungsi organisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Struktur bukan hanya sebuah pajangan. Struktur harus bisa bergerak membantu masyarakat,” tegasnya.
Secara nasional, Jokowi juga memaparkan perkembangan pembentukan struktur PSI. Ia menyebut struktur di tingkat DPRt baru mencapai sekitar 24.900 dari target sekitar 83.000 desa atau sekitar 30 persen.
Dengan masih tersedianya waktu hingga akhir tahun, Jokowi mendorong seluruh jajaran PSI untuk mempercepat penyelesaian struktur tersebut.
Kader Diminta Aktif Turun ke Masyarakat
Dalam arahannya, Jokowi meminta kader PSI Kota Bandung memperluas jaringan dengan berbagai komunitas, mulai dari komunitas olahraga, budaya, seni, buruh hingga komunitas lainnya.
Kader juga diminta membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta tokoh perempuan.
“Harus bisa membangun hubungan yang baik dengan tokoh-tokoh yang ada di sini, di Kota Bandung,” ujarnya.
Selain memperluas jaringan, Jokowi mendorong kader untuk aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti kerja bakti, gotong royong, kegiatan lingkungan dan berbagai aktivitas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Ia menekankan bahwa kerja organisasi tidak cukup hanya dilakukan di internal partai. Kader harus hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Menurut Jokowi, hubungan personal dengan warga juga penting untuk membangun kepercayaan.
“Yang kita cari ini ada dukungan rakyat, dukungan masyarakat, dukungan warga. Jadi dalam kegiatan apa pun kita harus bisa hadir,” katanya.
24.900 DPRt Terbentuk, Target 100 Persen Dikejar
Jokowi kembali menekankan pentingnya percepatan pembentukan struktur DPRt secara nasional.
Dari sekitar 83.000 struktur DPRt yang menjadi target, baru sekitar 24.900 yang telah terbentuk atau sekitar 30 persen.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran PSI bekerja keras menyelesaikan pembentukan struktur hingga akhir tahun.
“Saudara-saudara bekerja keras untuk partai. Strukturnya aktif dan bekerja, hidup dan bekerja. Kuncinya di situ,” tegas Jokowi.
Penguatan struktur dan kerja di tingkat akar rumput menjadi salah satu agenda utama dalam Rakorda DPD PSI Kota Bandung.
Kaesang Sematkan Jaket kepada Kader Baru
Rakorda DPD PSI Kota Bandung juga diisi dengan agenda penjaketan kader baru.
Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep secara langsung menyematkan jaket PSI kepada sejumlah kader baru DPD PSI Kota Bandung.
Agenda tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal sekaligus penguatan kepengurusan PSI di tingkat daerah.
Sejumlah jajaran pimpinan PSI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Grace Natalie, Ahmad Ali, Endang Tirtana, Abang Ijo Hapidin dan Yoel Yosaphat.
Rakorda diikuti jajaran pengurus dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan. Kehadiran para pengurus tersebut menjadi bagian dari konsolidasi setelah struktur PSI Kota Bandung dinyatakan lengkap.
Rifaldi: Struktur Harus Bergerak
Wakil Sekretaris DPD PSI Kota Bandung, Rifaldi, menegaskan bahwa struktur organisasi yang telah terbentuk harus diikuti dengan kerja nyata.
Menurutnya, keberadaan pengurus di tingkat kecamatan dan kelurahan tidak boleh sebatas tercatat dalam struktur organisasi.
“Struktur bukan hanya sebuah pajangan, tetapi struktur harus bisa bergerak membantu masyarakat. Masyarakat tidak hanya sebatas nama yang ada, tetapi ikut andil membantu masyarakat,” ujar Rifaldi.
Ia berharap semangat yang dibawa dalam Rakorda dapat diteruskan oleh seluruh pengurus di lapangan.
Dengan struktur yang telah lengkap hingga tingkat bawah, kerja organisasi PSI Kota Bandung selanjutnya diarahkan untuk semakin aktif berinteraksi dengan masyarakat serta menjalankan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung.
Rakorda DPD PSI Kota Bandung kemudian ditutup dengan doa bersama dalam suasana khidmat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi internal PSI Kota Bandung sekaligus penegasan pesan Jokowi bahwa struktur partai yang telah terbentuk harus benar-benar hidup, bekerja dan hadir di tengah masyarakat.***
Reporter : Mia








Komentar