GELIATMEDIA.COM – Pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding yang menghubungkan aktivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Jampangtengah dan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Jembatan yang sebelumnya ambruk tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat, khususnya untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Pascakerusakan, warga harus menggunakan perahu karet untuk menyeberangi Sungai Cimandiri.
Pembangunan kembali jembatan dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL), PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, dan CT Arsa Foundation.
Jembatan tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 89 meter dengan lebar 1,5 meter. Proses groundbreaking dihadiri Wakasal Laksamana Madya TNI Edwin, Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Direktur PT CMNP Tbk M. Jusuf Hamka, serta CT Arsa Foundation.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengatakan pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding menjadi langkah penting untuk mengembalikan akses masyarakat yang sempat terputus.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur penghubung sangat berkaitan dengan kelancaran aktivitas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan sosial hingga aktivitas ekonomi.
“Jembatan ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pembangunan kembali jembatan ini sangat berarti bagi warga yang selama ini terdampak akibat terputusnya akses,” ujar Sendi.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, TNI AL, dunia usaha dan berbagai pihak menjadi contoh penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini tentunya sangat positif. Ketika pemerintah bersama TNI dan pihak swasta bergerak secara bersama-sama, kebutuhan masyarakat dapat ditangani dengan lebih cepat dan memberikan manfaat yang luas,” katanya.
Sendi menegaskan, pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan aspek kualitas, keamanan dan ketahanan bangunan. Hal tersebut penting agar jembatan yang dibangun dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kami berharap proses pembangunannya berjalan lancar, memenuhi standar teknis dan aspek keselamatan, sehingga nantinya masyarakat dapat menggunakan jembatan ini dengan aman dan nyaman,” ungkapnya.
Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga proses pembangunan serta nantinya merawat infrastruktur tersebut setelah selesai dan dapat digunakan.
“Ini merupakan fasilitas bersama. Setelah selesai dibangun, tentu tanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkannya dengan baik menjadi bagian penting agar usia manfaat jembatan bisa panjang,” pungkasnya.***
Reporter : Gandi








Komentar