Tresna Winesa dan Alden Hugo Jadi Pinilih Mojang Jajaka Jabar 2026, Bawa Misi Besar untuk Pariwisata dan Budaya

- Admin

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Tresna Winesa dari Kabupaten Majalengka dan Alden Hugo dari Kota Cimahi resmi dinobatkan sebagai Mojang dan Jajaka Pinilih Jawa Barat 2026

Tresna Winesa dari Kabupaten Majalengka dan Alden Hugo dari Kota Cimahi resmi dinobatkan sebagai Mojang dan Jajaka Pinilih Jawa Barat 2026

GELIATMEDIA.COM – Tresna Winesa dari Kabupaten Majalengka dan Alden Hugo dari Kota Cimahi resmi dinobatkan sebagai Mojang dan Jajaka Pinilih Jawa Barat 2026 dalam Grand Final Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) PA Suryadi, Universitas Kristen Maranatha, Kota Bandung, Sabtu (22/8/2026).

Grand Final yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut mempertemukan para finalis terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Tresna terpilih sebagai Mojang Pinilih, sedangkan Alden Hugo menyandang gelar Jajaka Pinilih.

Keduanya selanjutnya mengemban amanah sebagai representasi generasi muda Jawa Barat dalam bidang pariwisata, kebudayaan dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, posisi Mojang Wakil I diraih Djemima Shireen dari Kabupaten Sukabumi dan Jajaka Wakil I diraih Taufiq Nurrohman dari Kabupaten Pangandaran. Mojang Wakil II diraih Cinta Bidadari dari Kabupaten Bogor, sedangkan Jajaka Wakil II diraih Alif Al Farabi dari Kota Bekasi.

Bukan Sekadar Gelar, Pemenang Dituntut Membawa Dampak

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat Dr. Iendra Sofyan, S.T., M.Si., menegaskan bahwa seluruh finalis sejatinya merupakan pemenang.

Menurut Iendra, gelar Mojang Jajaka bukan sekadar penghargaan maupun simbol seremonial. Para finalis diharapkan mampu menjadi duta pariwisata dan kebudayaan Jawa Barat di berbagai ruang.

“Pertama, semuanya adalah pemenang. Semuanya menjadi wakil Jawa Barat. Sesuai dengan filosofinya, akan menjadi duta pariwisata Jawa Barat,” ujar Iendra dalam rangkaian Grand Final.

Ia juga mengingatkan seluruh finalis agar terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri meskipun kompetisi telah berakhir.

“Semuanya harus siapkan diri, tidak hanya di sini,” tegasnya.

Iendra mendorong para Mojang dan Jajaka untuk terus mengembangkan kapasitas, baik secara mandiri maupun melalui Paguyuban Mojang Jajaka. Dengan kemampuan yang semakin berkembang, mereka diharapkan mampu melangkah ke tingkat nasional sekaligus memberikan kontribusi lebih besar bagi Jawa Barat dan Indonesia.

Tresna Bawa Gagasan Ekonomi Kreatif Pesisir Selatan Sukabumi

Baca Juga :  Pisah Sambut Camat Cikakak, Sutopo Bertugas di Palabuhanratu, Purnama Giri Pimpin Cikakak

Sebelum dinobatkan sebagai Mojang Pinilih Jawa Barat 2026, Tresna turut menunjukkan gagasan sosial yang berangkat dari persoalan ekonomi kreatif masyarakat.

Dalam sesi pertanyaan juri, ia mengangkat persoalan pembangunan dan dampaknya terhadap masyarakat. Tresna memperkenalkan gerakan “Flavor of Flow”, sebuah gagasan yang diarahkan untuk membantu menghidupkan kembali ekonomi kreatif di wilayah pesisir selatan Kabupaten Sukabumi yang mengalami penurunan penjualan.

Menurut Tresna, pembangunan harus mampu memberikan dampak nyata kepada masyarakat, termasuk membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi kreatif lokal.

Gagasan tersebut menunjukkan bahwa peserta Mojang Jajaka tidak hanya dituntut memiliki wawasan mengenai budaya dan pariwisata, tetapi juga memahami persoalan sosial dan ekonomi yang terjadi di daerah.

Tresna Bersyukur atas Dukungan Banyak Pihak

Usai namanya diumumkan sebagai Mojang Pinilih Jawa Barat 2026, Tresna mengaku merasakan berbagai emosi.

“Saya senang sekali. Ada perasaannya, ada senangnya, ada sedihnya semuanya,” ujar Tresna.

Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada keluarga, teman, guru serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pemilihan.

“Terima kasih kepada semua support dari keluarga, dari teman, dari guru, dan semua pihak yang berkolaborasi juga,” katanya.

Tresna berharap keberadaannya bersama para Mojang dan Jajaka Jawa Barat dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia ingin para pemegang gelar Mojang Jajaka tidak berhenti pada pencapaian di atas panggung, tetapi terus berkontribusi ketika kembali berada di tengah masyarakat.

“Semoga menjadi hasil dampak positif untuk masyarakat dan juga bisa berkontribusi lebih lagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Finalis Hadirkan Inovasi Budaya hingga Artificial Intelligence

Ajang Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 juga menjadi ruang bagi para finalis untuk menyampaikan berbagai gagasan sosial dan inovasi dari daerah masing-masing.

Salah satu gagasan yang muncul adalah digitalisasi budaya berbasis Artificial Intelligence (AI). Inovasi tersebut diarahkan untuk membuat upaya pelestarian budaya Sunda dan budaya lokal semakin dekat dengan generasi Z.

Baca Juga :  Dinas Pariwisata Sukabumi Dorong Wisata Bahari Berkelanjutan Lewat PNLG Forum 2025

Selain itu, terdapat pula program gastronomi daerah yang mendorong pengenalan makanan tradisional kepada pelajar. Kuliner tidak hanya ditempatkan sebagai makanan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus kekuatan ekonomi lokal.

Para alumni Mojang Jajaka Jawa Barat juga diarahkan untuk berperan dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui promosi destinasi, pendampingan UMKM serta kampanye Smiling West Java.

Penilaian Tidak Hanya Mengandalkan Penampilan

Untuk menentukan pemenang, para finalis menjalani sejumlah tahapan penilaian yang mencakup wawasan, kemampuan, karakter hingga penampilan.

Tahapan Deep Interview menguji wawasan budaya Sunda, pengetahuan mengenai Jawa Barat, kemampuan komunikasi serta penguasaan Bahasa Sunda, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Sementara Unjuk Kabisa menilai bakat dan kreativitas peserta, termasuk kemampuan dalam seni tradisional seperti tari, pencak silat, angklung dan kecapi.

Aspek karakter dinilai melalui Karantina dan Keseharian, yang meliputi kedisiplinan, kerja sama, kemampuan bersosialisasi dan tata krama.

Adapun Pinton Anggon dan Catwalk menilai keserasian, keluwesan serta pembawaan peserta ketika mengenakan busana adat dan wastra Jawa Barat.

Pola penilaian tersebut diharapkan mampu melahirkan figur Mojang dan Jajaka yang memiliki kombinasi wawasan, karakter, kemampuan komunikasi serta gagasan sosial.

Deretan Pemenang Atribut Moka Jabar 2026

Selain gelar utama, sejumlah finalis juga meraih penghargaan atribut.

Kategori Kameumeut diraih Olyvia Kezya dari Kota Bekasi untuk Mojang dan Iqbal Nurhidayat dari Kabupaten Tasikmalaya untuk Jajaka.

Penghargaan busana adat terbaik Kewes dan Gandes diraih Cinta Maura dari Kota Cirebon dan Razky Taufiq dari Kabupaten Cianjur.

Gelar Parigel juga diberikan sebagai salah satu penghargaan bagi peserta yang dinilai memiliki kemampuan dan bakat menonjol.

Penghargaan lainnya mencakup kategori Harapan serta Mimitran Motekar yang memiliki filosofi persahabatan dan keharmonisan berdasarkan nilai Sunda Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh.

Raih Beasiswa hingga Amanah Promosi Pariwisata

Para pemenang Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 memperoleh berbagai bentuk apresiasi, mulai dari sertifikat, trofi dan selempang hingga dukungan pendidikan.

Baca Juga :  Geopark Ciletuh Spektakuler Kembali Digelar, Tipe X Siap Hibur Pengunjung

Beasiswa bagi Mojang dan Jajaka Pinilih diberikan melalui Rektor Universitas Kristen Maranatha. Dukungan beasiswa lainnya melibatkan Partogi Anggara Putra Siahaan, S.E., M.M., Direktur Pemasaran dan Admisi Universitas Kristen Maranatha.

Apresiasi juga diberikan oleh mitra resmi, termasuk bank bjb sebagai official banking partner.

Untuk nominal tabungan bank bjb yang diterima masing-masing pemenang, panitia maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum mempublikasikan rincian nominal tersebut secara terbuka.

Namun, lebih dari sekadar hadiah, para pemenang membawa amanah sebagai duta pariwisata dan kebudayaan Jawa Barat.

Mereka diharapkan terlibat dalam promosi destinasi wisata, pengenalan desa wisata, pelestarian budaya, pendampingan UMKM hingga pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Barat.

Dihadiri Duta Daerah dari Luar Jawa Barat

Grand Final Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 turut dihadiri perwakilan duta daerah dari luar Jawa Barat.

Hadir Abang Leon, Abang Jakarta Pinilih, dan None Defa, None Jakarta Pinilih. Turut hadir pula Mas Firmansyah dan Mbak Nadine dari Jawa Tengah.

Kehadiran para duta tersebut memperlihatkan bahwa ajang Mojang Jajaka Jawa Barat juga menjadi ruang untuk membangun jejaring antardaerah bagi generasi muda yang bergerak di bidang kebudayaan dan pariwisata.

Dari Mahkota Menuju Pengabdian

Kemenangan Tresna Winesa dan Alden Hugo pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang berdiri paling tinggi di podium. Mahkota dan selempang menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Para Mojang dan Jajaka Jawa Barat 2026 dituntut membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi penggerak promosi pariwisata, penjaga kebudayaan sekaligus penguat ekonomi kreatif daerah.

Pesan tersebut sejalan dengan harapan Kepala Disparbud Jawa Barat agar seluruh finalis terus mempersiapkan diri dan meningkatkan kapasitas.

Sebab, setelah lampu panggung Grand Final padam, tantangan sebenarnya justru dimulai: membawa nama Jawa Barat, mengangkat potensi daerah dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.***

 

 

Reporter : Mia

 

 

Berita Terkait

Sabandar Karimadi Palabuhanratu Bertahan 45 Tahun, Tantangan Kini Datang dari Perubahan Zaman
Dinas Pariwisata Sukabumi: Kuliner Lokal Bisa Jadi Daya Tarik Wisata
Pantai Karang Naya Palabuhanratu Kembali Dipadati Wisatawan Akhir Pekan
Dinas Pariwisata Sukabumi Dorong Penguatan Akses Menuju Palabuhanratu
25 Pelaku UMKM Ramaikan Plara Fest, Dinas Pariwisata Dorong Ekonomi Kreatif
Dispar Sukabumi Benahi Tata Kelola Parkir, Cegah Pungutan Liar di Kawasan Wisata
Dinas Pariwisata Luncurkan Pilot Project Pengelolaan Parkir, Wujudkan Kawasan Wisata SOMEAH
Dinas Pariwisata Matangkan Rangkaian HJKS ke-156, Momentum Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Tresna Winesa dan Alden Hugo Jadi Pinilih Mojang Jajaka Jabar 2026, Bawa Misi Besar untuk Pariwisata dan Budaya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Sabandar Karimadi Palabuhanratu Bertahan 45 Tahun, Tantangan Kini Datang dari Perubahan Zaman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Pantai Karang Naya Palabuhanratu Kembali Dipadati Wisatawan Akhir Pekan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Dinas Pariwisata Sukabumi Dorong Penguatan Akses Menuju Palabuhanratu

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:50 WIB

25 Pelaku UMKM Ramaikan Plara Fest, Dinas Pariwisata Dorong Ekonomi Kreatif

Berita Terbaru

error: Content is protected !!