15 Warga Sukabumi Terjebak di Tarakan, Bantuan DPRD dan Kapolres Buka Jalan Pulang

- Admin

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

15 warga Kabupaten Sukabumi yang sempat tertahan di Tarakan,

15 warga Kabupaten Sukabumi yang sempat tertahan di Tarakan,

GELIATMEDIA.COM – Nasib 15 warga Kabupaten Sukabumi yang sempat tertahan di Tarakan, Kalimantan Utara, akhirnya mendapat jalan keluar. Mereka berhasil dipulangkan ke Sukabumi melalui kolaborasi anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Hamzah Gurnita, Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi, serta komunitas Bagong Mogok.

Belasan warga tersebut sebelumnya berangkat ke wilayah Sajau, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, setelah mendapat tawaran pekerjaan sebagai penyadap karet. Namun, kondisi pekerjaan yang mereka temui disebut tidak sesuai dengan informasi yang diterima sebelumnya.

Setelah sekitar satu bulan bekerja, sejumlah warga memilih meninggalkan lokasi. Persoalan kemudian muncul ketika mereka tidak memiliki biaya yang cukup untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Sukabumi. Mereka akhirnya berada di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan.

Baca Juga :  Kepala Dinas Perikanan Sukabumi Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila sebagai Ideologi yang Hidup

Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Hamzah Gurnita. Upaya pemulangan dilakukan bersama Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi dan komunitas Bagong Mogok.

Kepulangan para warga disampaikan langsung oleh salah seorang warga, Ujang Pijey, melalui sebuah video dari Tarakan pada Rabu (12/8/2026).

“Alhamdulillah hari ini kami bisa pulang karena dibantu oleh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Bapak Hamzah Gurnita dari PKB, dan Kapolres Sukabumi Bapak AKBP Benny Cahyadi,” ujar Ujang.

Ujang juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar PKB, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali, Kapolres Sukabumi, serta komunitas Bagong Mogok yang turut membantu proses kepulangan mereka.

Baca Juga :  Konflik Emas Waluran Memanas CV Mutiara Jagat Desak PT MCM Stop Pembangunan, Dugaan Wanprestasi Disorot

“Kami ucapkan terima kasih telah membantu saya,” tuturnya.

Sebelumnya, 15 warga tersebut mengaku mendapat tawaran pekerjaan dengan gaji sekitar Rp3,9 juta per bulan. Namun, setibanya di lokasi, kondisi pekerjaan yang dijalani disebut berbeda dari informasi awal.

Dari 15 warga tersebut, 10 orang berasal dari Kecamatan Simpenan, empat orang dari Kecamatan Warungkiara, dan satu orang dari Kecamatan Cibadak.

Hamzah Gurnita mengatakan, persoalan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut perlindungan warga Sukabumi yang bekerja di luar daerah.

“Kita tentu prihatin ketika warga kita berangkat dengan harapan mendapatkan pekerjaan, tetapi di lapangan ternyata tidak sesuai dengan yang disampaikan. Ini harus menjadi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Hamzah.

Baca Juga :  Bersama Warga di Bantu Dinas BPBD Simulasi penyelamatan dari bencana alam tsunami, Dilaksanakan

Menurutnya, kepulangan warga menjadi prioritas utama. Namun, persoalan yang menyebabkan mereka terlantar juga perlu menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Yang paling penting saat ini warga bisa kembali dengan selamat. Dan saya berterima kasih juga kepada Pak Kapolres beserta ketua umum komunitas Bagong Mogok,” tambahnya.

Kasus tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati menerima tawaran pekerjaan di luar daerah, terutama dengan memastikan informasi mengenai perusahaan, jenis pekerjaan, lokasi, hingga kesesuaian upah sebelum berangkat.***

 

 

(Tono)

 

Berita Terkait

Konflik Emas Waluran Memanas CV Mutiara Jagat Desak PT MCM Stop Pembangunan, Dugaan Wanprestasi Disorot
Satu Buaya Berhasil Dievakuasi, Warga Sebut Masih Ada Satu Ekor Berkeliaran
Empat Hari Jadi Misteri, Remaja Terseret Arus Akhirnya Ditemukan Mengapung
Keributan di SPBN Cikahuripan Tak Berujung Bentrokan, Situasi Kembali Kondusif
Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran, Komar dan Komsih Kini Mengungsi
Pagi-Pagi Bikin Geger, Warga Temukan Jenazah Perempuan Tanpa Identitas
DPKP Kerahkan Dua Armada, Kandang Ayam Dua Lantai di Waluran Terbakar
DPKP Kerahkan Tiga Armada Jinakkan Api yang Lahap 8 Rumah di Kadudampit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Konflik Emas Waluran Memanas CV Mutiara Jagat Desak PT MCM Stop Pembangunan, Dugaan Wanprestasi Disorot

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Satu Buaya Berhasil Dievakuasi, Warga Sebut Masih Ada Satu Ekor Berkeliaran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Empat Hari Jadi Misteri, Remaja Terseret Arus Akhirnya Ditemukan Mengapung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Keributan di SPBN Cikahuripan Tak Berujung Bentrokan, Situasi Kembali Kondusif

Sabtu, 19 September 2026 - 17:56 WIB

Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran, Komar dan Komsih Kini Mengungsi

Berita Terbaru