GELIATMEDIA.COM – Pameran seni bertajuk Kultura Persib resmi dibuka di Grey Art Gallery, Jalan Braga Nomor 47, Kota Bandung, Senin (8/6/2026). Pameran yang digagas oleh pemilik Grey Art Gallery, Elia Yoesman, menghadirkan beragam karya seni rupa, arsip sejarah, fotografi, dan memorabilia yang merekam perjalanan panjang Persib Bandung sebagai klub sepak bola kebanggaan Jawa Barat.
Acara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat sekaligus Manajer Persib Bandung H. Umuh Muhtar, jajaran manajemen PT Persib Bandung Bermartabat, seniman, komunitas Bobotoh, serta insan media.
Dalam sambutannya, Elia Yoesman menjelaskan bahwa pameran tersebut lahir dari keinginan untuk mendokumentasikan perjalanan sejarah Persib yang dinilainya telah menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Jawa Barat.
Menurut Elia, Persib tidak hanya dipandang sebagai sebuah klub sepak bola, tetapi juga telah berkembang menjadi simbol sosial dan budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pihaknya berupaya mengoleksi, mendokumentasikan, serta mewariskan berbagai cerita dan jejak sejarah Persib kepada generasi mendatang.
Ia menambahkan, Kultura Persib dirancang bukan hanya sebagai pameran seni rupa, melainkan juga sebagai ruang edukasi yang mengulas sejarah klub, perjalanan Bobotoh, hingga pengaruh Persib dalam dinamika sosial masyarakat Jawa Barat. Bahkan, pameran tersebut disebut sebagai salah satu pameran seni pertama di Asia yang secara khusus mengangkat sebuah klub sepak bola sebagai tema utama.
Sementara itu, H. Umuh Muhtar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pameran tersebut. Ia menilai inisiatif Grey Art Gallery memberikan sudut pandang baru dalam memaknai Persib Bandung melalui pendekatan seni dan budaya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Persib dari sisi yang lebih luas, sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap klub yang telah menjadi kebanggaan Jawa Barat selama puluhan tahun.
Umuh juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Persib dan Bobotoh. Ia berharap Persib dapat terus mempertahankan prestasi dan mengharumkan nama Jawa Barat di kancah sepak bola nasional.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai Persib telah melampaui statusnya sebagai klub sepak bola dan berkembang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jawa Barat bahkan Indonesia.
Menurut Erwan, keberhasilan Persib meraih tiga gelar juara Liga Indonesia secara beruntun merupakan bukti nyata dari kerja keras, kekompakan, dan semangat pantang menyerah yang menjadi karakter masyarakat Sunda.
Ia menambahkan, pameran Kultura Persib menunjukkan bahwa sepak bola dapat berkolaborasi dengan seni dan budaya untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi talkshow bersama media yang menghadirkan Elia Yoesman dan H. Umuh Muhtar sebagai narasumber. Dalam diskusi tersebut, keduanya mengulas proses lahirnya pameran serta membahas Persib sebagai fenomena sosial dan budaya yang memiliki pengaruh besar di Jawa Barat.
Di tempat terpisah, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pameran tersebut. Ia menilai kolaborasi antara klub sepak bola profesional dan galeri seni merupakan hal yang jarang terjadi, bahkan di tingkat internasional.
Farhan menyebut pertemuan antara tradisi sepak bola Persib dengan kreativitas seni Kota Bandung menjadi contoh nyata bagaimana olahraga dan seni dapat bersinergi dalam satu ruang ekspresi budaya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut semakin menegaskan posisi Bandung sebagai kota kreatif yang mampu mengintegrasikan olahraga, budaya, dan seni secara harmonis.
Pameran Kultura Persib diharapkan dapat menjadi ruang apresiasi terhadap perjalanan sejarah Persib Bandung sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai perjuangan, budaya, dan semangat kebersamaan yang selama ini melekat pada klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut.***
Reporter : Mia






