GELIATMEDIA.COM – Suasana haru menyelimuti penutupan kegiatan Siliwangi Santri Camp (SSC) 2026 yang digelar di Lapangan Kujang Rindam III/Siliwangi, Sabtu malam.
Sebanyak 1.000 santriwan dan santriwati mengikuti rangkaian acara penutupan dengan kegiatan api unggun, pertunjukan seni, serta demonstrasi beladiri silat militer.
Meskipun baru menjalani pelatihan selama dua hari, para peserta menunjukkan kemampuan dan semangat tinggi dalam setiap penampilan. Di tengah dinginnya malam Kota Bandung, semangat para santri tetap membara, menandai malam terakhir kegiatan tersebut.
SSC 2026 merupakan program khusus bagi santri yang diinisiasi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, dan dilaksanakan oleh Korps Kadet RI IKAL PPRA 62 Lemhannas RI bekerja sama dengan Kodam III/Siliwangi.
Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, memperkuat ketahanan pangan dan bangsa, serta menjaring generasi muda potensial menuju Indonesia Emas.
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Stevy Hanny Supena, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Polda Jawa Barat dan sektor perbankan. Ia menyebutkan bahwa rangkaian penutupan mencakup api unggun, kreasi seni santri, hingga pertunjukan silat militer.
“Setelah ini, para santri akan mengikuti tadarus Al-Qur’an bersama Panglima Kodam pada subuh hari, dan penutupan resmi dijadwalkan Minggu pagi pukul 10.00 hingga 11.00 WIB,” ujarnya.
Usai kegiatan, para peserta akan kembali ke pondok pesantren masing-masing, namun tetap berada dalam pembinaan Badan Cadangan Nasional melalui program KKRI. Selain itu, peserta dengan tingkat kecerdasan (IQ) di atas 120 akan diseleksi untuk mendapatkan beasiswa negara, bahkan berkesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan tanpa tes.
Menurut Stevy, program ini tergolong baru dan telah dilaksanakan sejak tahun sebelumnya, dengan proses seleksi awal peserta diserahkan kepada masing-masing Kodim.
Rencananya, Panglima TNI akan hadir pada Minggu (19/4/2026) untuk menutup secara resmi rangkaian kegiatan SSC 2026. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya berperan sebagai penjaga moral bangsa, tetapi juga calon pemimpin masa depan Indonesia.***
Reporter : Mia






