GELIATMEDIA.COM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Brigez Kota Bandung di bawah kepengurusan baru periode 2026–2031 menggelar Halal Bihalal Akbar pada Minggu (13/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penegasan arah baru organisasi untuk meninggalkan stigma lama dan berfokus pada kegiatan sosial serta pemberdayaan masyarakat.
Ketua DPW Brigez Kota Bandung, Rusmanto, menyampaikan bahwa kepengurusan baru tidak sekadar pergantian struktur, melainkan komitmen membangun citra positif di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya pergantian kepengurusan, tetapi upaya membangun citra baru Brigez yang lebih positif dan bermanfaat,” ujarnya.
Kegiatan Halal Bihalal Akbar dihadiri elemen Brigez dari berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya, DPW Brigez Kota Bandung juga menggelar santunan bagi anak yatim sebagai bagian dari rangkaian acara.
Rusmanto menjelaskan, saat ini organisasi lebih mengedepankan kegiatan silaturahmi dan aksi sosial dibandingkan agenda seremonial.
Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan tiga program prioritas yang telah berjalan. Pertama, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Peternakan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi anggota dan masyarakat sekitar. Kedua, pengelolaan pabrik tahu di Kiaracondong yang menjadi unit usaha produktif sekaligus menyerap tenaga kerja lokal. Ketiga, layanan pengaduan 24 jam “Brigez Peduli” yang dapat diakses melalui media sosial resmi organisasi.
Melalui layanan tersebut, Brigez memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan publik, khususnya di bidang kesehatan.
“Jika ada warga yang kesulitan mendapatkan layanan rumah sakit atau menghadapi kendala administratif, tim kami siap membantu selama 24 jam,” kata Rusmanto.
Ia juga menegaskan, pihaknya akan turut mengawal pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan, agar berjalan sesuai aturan.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak atas layanan kesehatan yang layak melalui skema seperti BPJS maupun KIS. Apabila ditemukan penolakan pasien tanpa alasan yang jelas, Brigez siap memberikan pendampingan hingga tuntas.
Langkah tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari evaluasi atas berbagai kasus layanan kesehatan yang pernah terjadi sebelumnya.
Rusmanto menambahkan, perubahan citra organisasi membutuhkan proses, namun pihaknya optimistis dapat membuktikannya melalui kerja nyata.
“Brigez Kota Bandung akan menunjukkan perubahan melalui aksi nyata. Kami mendukung kebijakan yang baik dan mengingatkan jika ada yang lalai, karena tugas kami sebagai organisasi kemasyarakatan adalah melayani masyarakat,” pungkasnya.***
Reporter : Mia






