TPI Ciwaru Kumuh, Anggota DPRD Sukabumi Fraksi Golkar Desak Adanya Perbaikan

- Admin

Jumat, 4 April 2025 - 05:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

TPI Ciwaru di kawasan Geopark Ciletuh dinilai kumuh dan tidak terawat. Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Ujang Abdurohim Rochmi, mendesak perbaikan fasilitas dan pengelolaan agar lebih layak bagi nelayan dan pelaku usaha.

TPI Ciwaru di kawasan Geopark Ciletuh dinilai kumuh dan tidak terawat. Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Ujang Abdurohim Rochmi, mendesak perbaikan fasilitas dan pengelolaan agar lebih layak bagi nelayan dan pelaku usaha.

GELIATMEDIA.COM – Kondisi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palangpang di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan. Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, H. Ujang Abdurohim Rochmi, menilai fasilitas di lokasi tersebut tidak terawat dan perlu segera diperbaiki.

TPI Ciwaru yang berada di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (C-PUGG) seharusnya menjadi pusat perdagangan ikan yang layak. Namun, menurut H. Ujang Abdurohim Rochmi, atau yang akrab disapa H. Batman, kondisi TPI saat ini jauh dari standar yang seharusnya.

Ia menyoroti bangunan yang sudah tidak layak, fasilitas MCK yang tidak berfungsi, serta lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati.

“Lokasi TPI Ciwaru berada di kawasan Geopark Ciletuh yang menjadi ikon wisata Kabupaten Sukabumi. Seharusnya tempat ini mendapat perhatian lebih,” ujarnya, Kamis (03/04/2025).

Baca Juga :  Ketua DPRD Sukabumi Apresiasi Kepemimpinan Marwan Hamami, Cenderamata dan Donasi Warnai Acara Perpisahan

Selain itu, ia juga menyoroti masalah pengelolaan. Menurutnya, petugas yang ditugaskan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan seharusnya hadir setiap hari untuk memungut pajak sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, realitas di lapangan menunjukkan pengelolaan yang kurang optimal.

“Dinas Perikanan harus segera mengevaluasi petugas yang ditempatkan di TPI Ciwaru. Jika pengawasan berjalan baik, maka pemasukan daerah pun bisa lebih maksimal,” tegasnya.

H. Batman mengaku telah berulang kali menyampaikan bahwa wajah TPI Palangpang adalah wajah Geopark Ciletuh. Ia berharap ada langkah nyata untuk memperbaiki bangunan dan fasilitas yang sudah tidak layak digunakan oleh pelaku usaha setempat.

Baca Juga :  PLH Sekda Buka Rakerda PPNI Kabupaten Sukabumi, Bersinerji Menyehatkan Negeri

“Kami sudah berkoordinasi dengan Sekdis Perikanan karena TPI Ciwaru masuk dalam program Kelompok Nelayan Modern (KOLAMO). Mudah-mudahan pada 2025-2026, pembangunan bisa segera direalisasikan,” jelasnya.

Salah satu permasalahan lain yang disorot adalah alih fungsi kios yang seharusnya digunakan untuk jualan ikan, tetapi kini berubah menjadi gudang penyimpanan. H. Batman menilai hal ini terjadi akibat lemahnya pengawasan.

“Saya berharap kios-kios ini bisa difungsikan kembali sebagaimana mestinya, sehingga kegiatan pelelangan ikan bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Keluhan juga datang dari pelaku usaha di TPI Ciwaru. Warna, salah satu pedagang ikan, mengungkapkan bahwa fasilitas di sana sangat memprihatinkan.

“MCK tidak bisa digunakan, lampu PJU mati sudah lama dan tidak diperbaiki. Padahal, fasilitas dasar ini sangat kami butuhkan untuk kegiatan sehari-hari,” ungkapnya.

Baca Juga :  CSR Bank BJB Dorong Pemulihan Sosial dan Ekonomi Korban Bencana Tanah Bergerak di Sukabumi

Ia juga menyoroti ketidakhadiran petugas saat pelelangan. “Seringkali petugas tidak hadir, sehingga transaksi malah terjadi di luar TPI,” tambahnya.

Minimnya pengawasan, menurut Warna, juga berdampak pada harga ikan yang tidak terkendali.

“Pedagang nakal bisa menjual ikan dengan harga lebih tinggi dari standar. Kalau ada petugas yang rutin hadir dan mengawasi, hal seperti ini bisa dicegah,” katanya.

Para pelaku usaha berharap ada perbaikan menyeluruh, baik dalam hal fasilitas maupun sistem pengelolaan.

“Jika perbaikan dilakukan, TPI bisa berfungsi optimal dan mendukung usaha kami,” pungkas Warna.***

 

Reporter : Asep T

 

 

Berita Terkait

Dukung Ekonomi Rakyat, Presiden Prabowo Salurkan 100 Becak Listrik ke Kabupaten Sukabumi
Bupati Sukabumi Pantau Pelayanan KB MOW dan MOP di RSUD Sekarwangi, 168 Akseptor Ikuti Program
Bupati Sukabumi Monitoring Layanan KB Mantap, Pastikan Pelayanan Sesuai Prosedur
Wabup Andreas Dampingi Wamen Kemendukbangga/BKKBN Tinjau Kolaborasi Penanganan Stunting di Kadudampit
Wamen BKKBN Kunjungi Sukabumi, Wabup Andreas Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci Tekan Stunting
Wamen Kemendukbangga/BKKBN RI Isyana Bagoes Oka Tinjau Kolaborasi Penanganan Stunting di Sukabumi
Becak Listrik Bantuan Prabowo Segera Mengaspal di Sukabumi, Pemkab Matangkan Persiapan
Bupati Terima Aset Rampasan KPK: Harus Jadi Nilai Tambah bagi Pembangunan Sukabumi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Presiden Prabowo Salurkan 100 Becak Listrik ke Kabupaten Sukabumi

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Bupati Sukabumi Pantau Pelayanan KB MOW dan MOP di RSUD Sekarwangi, 168 Akseptor Ikuti Program

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Bupati Sukabumi Monitoring Layanan KB Mantap, Pastikan Pelayanan Sesuai Prosedur

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Wabup Andreas Dampingi Wamen Kemendukbangga/BKKBN Tinjau Kolaborasi Penanganan Stunting di Kadudampit

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Wamen BKKBN Kunjungi Sukabumi, Wabup Andreas Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci Tekan Stunting

Berita Terbaru