GELIATMEDIA.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menegaskan komitmennya untuk menjaga rutinitas pengangkutan sampah sebagai bagian dari pelayanan publik kepada masyarakat. Meski menghadapi keterbatasan armada, DLH memastikan upaya pelayanan persampahan tetap berjalan dengan mengoptimalkan kendaraan yang tersedia.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Endang Suherman, mengatakan bahwa pengangkutan sampah merupakan pelayanan langsung yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.
Menurutnya, keterbatasan sarana tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pelayanan. Oleh karena itu, DLH terus berupaya mengoptimalkan armada yang masih layak agar kegiatan pengangkutan dapat berlangsung sesuai kondisi di lapangan.
“Pengangkutan sampah merupakan pelayanan langsung kepada masyarakat. Dengan kemampuan armada yang ada, kami tetap berkomitmen menjaga rutinitas pengangkutan dan mengoptimalkan pelayanan di lapangan,” ujar Endang, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DLH Kabupaten Sukabumi.
Saat ini, DLH Kabupaten Sukabumi mengoperasikan sebanyak 54 armada pengangkut sampah. Namun, sekitar delapan unit di antaranya mengalami kerusakan berat sehingga berdampak terhadap kapasitas pelayanan yang belum dapat berjalan secara maksimal.
Endang mengungkapkan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelancaran pengangkutan sampah. Terlebih, sebagian kendaraan yang digunakan telah berusia lebih dari 10 tahun.
“Kondisi itu menjadi tantangan serius karena sebagian kendaraan juga telah berusia lebih dari 10 tahun. Tapi kami tetap melakukan perawatan rutin agar armada yang masih layak dapat terus digunakan untuk mendukung pelayanan,” ujarnya.
## Kebutuhan Armada Capai 250 Unit
Keterbatasan armada menjadi salah satu persoalan strategis dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Sukabumi. Luasnya wilayah pelayanan menyebabkan kebutuhan kendaraan pengangkut sampah jauh lebih besar dibandingkan jumlah armada yang tersedia saat ini.
Berdasarkan master plan persampahan, kebutuhan ideal untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi diperkirakan mencapai sekitar 250 unit truk sampah.
Angka tersebut menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara kebutuhan armada dan kapasitas yang dimiliki DLH saat ini. Selain itu, kondisi geografis Kabupaten Sukabumi yang luas turut memengaruhi waktu tempuh, biaya operasional, serta kebutuhan sarana pendukung pengangkutan.
Meski menghadapi berbagai kendala, Endang menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya menjaga pelayanan kepada masyarakat agar pengangkutan sampah tetap berlangsung.
“Keterbatasan armada tentu menjadi tantangan. Namun, pelayanan harus tetap berjalan. Armada yang tersedia akan kami optimalkan agar rutinitas pengangkutan kepada masyarakat tetap terjaga,” katanya.
## Ajak Masyarakat Kurangi Sampah dari Sumbernya
Selain mengoptimalkan armada, DLH Kabupaten Sukabumi juga mendorong pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Peran rumah tangga, lingkungan masyarakat, hingga pemerintah desa dinilai penting dalam menekan volume sampah yang harus diangkut menggunakan kendaraan DLH.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. Semakin banyak sampah yang dapat dikurangi dan dikelola sejak dari sumbernya, semakin ringan pula beban pengangkutan di lapangan.
Endang menekankan bahwa penanganan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah desa untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan DLH. Masyarakat dan pemerintah di tingkat desa juga memiliki peran penting untuk mengurangi sampah dari sumber. Dengan begitu, pelayanan pengangkutan yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal,” tuturnya.
DLH Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus menjaga pelayanan pengangkutan sampah sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Di tengah keterbatasan sarana dan luasnya wilayah pelayanan, optimalisasi armada serta kolaborasi dengan masyarakat menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Sukabumi.***
Reporter : Gandi








Komentar