GELIATMEDIA.COM – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Sukabumi turut ambil bagian dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 melalui kegiatan Sukabumi Expo 2026.
Keikutsertaan Bapperida menjadi momentum untuk memperkenalkan kepada masyarakat berbagai informasi terkait perencanaan pembangunan, riset, inovasi, serta capaian pembangunan daerah.
Pelaksana Analisis dan Informasi Bapperida Kabupaten Sukabumi, Yoga, mengatakan Sukabumi Expo tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan potensi daerah sekaligus mendorong semangat inovasi.
“Bapperida hadir untuk memperkenalkan berbagai informasi, inovasi, dan capaian dalam perencanaan pembangunan, riset, serta inovasi daerah. Sukabumi Expo juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan potensi daerah dan mendorong semangat inovasi bersama,” ujar Yoga.
Ia menjelaskan, tugas utama Bapperida adalah menyusun perencanaan pembangunan daerah dalam berbagai jangka waktu, mulai dari tahunan, lima tahunan, hingga 20 tahun ke depan.
Perencanaan tersebut dituangkan dalam sejumlah dokumen strategis, di antaranya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), hingga Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
“Produk utama kami adalah dokumen perencanaan, baik RKPD, RPJMD, sampai RPJPD. Dari situ kita merencanakan pembangunan apa yang menjadi prioritas di Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.
Menurut Yoga, dalam menentukan arah pembangunan, Bapperida terlebih dahulu melihat berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Sukabumi. Potensi tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan sektor yang perlu didorong untuk meningkatkan perekonomian daerah.
Saat ini, arah pembangunan Kabupaten Sukabumi antara lain diarahkan pada penguatan sektor agroindustri dan agrowisata dengan mengoptimalkan potensi pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata hingga sektor industri.
“Kita melihat potensi-potensi Kabupaten Sukabumi terlebih dahulu, sehingga bisa difokuskan untuk mendorong perekonomian dan industri. Sekarang fokusnya pada agroindustri dan agrowisata, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, termasuk pariwisata sampai industrinya,” ungkap Yoga.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hasil kerja Bapperida memang tidak selalu memberikan dampak secara langsung kepada masyarakat. Sebab, peran Bapperida lebih banyak berada pada aspek perencanaan yang kemudian menjadi acuan bagi perangkat daerah dalam melaksanakan pembangunan.
“Kalau produk utamanya pasti dokumen perencanaan. Output utama kami adalah merencanakan. Untuk masyarakat memang dampaknya tidak langsung, tetapi kita lebih kepada perangkat daerah. Kita merencanakan apa supaya pembangunan ke depannya sesuai dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.***
(Red)








Komentar