Ritual Seren Taun ke-446 di Kasepuhan Sinar Resmi Jadi Simbol Ketahanan Budaya dan Pangan

- Admin

Minggu, 13 Juli 2025 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ritual adat Seren Taun ke-446 kembali digelar khidmat di Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi.

Ritual adat Seren Taun ke-446 kembali digelar khidmat di Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi.

GELIATMEDIA.COM – Tradisi adat Seren Taun kembali digelar secara khidmat di Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Minggu (13/7/2025).

Kegiatan yang telah berlangsung selama 446 tahun ini menjadi simbol syukur masyarakat adat atas hasil panen dan keteguhan mereka dalam menjaga kearifan lokal secara turun-temurun.

Puncak prosesi ditandai dengan ritual Ngampih Pare ka Leuit, yakni memasukkan ikat padi hasil panen ke dalam Leuit Si Jimat, lumbung adat sakral. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Sesepuh Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Abah Asep Nugraha, dan sarat dengan makna spiritualitas serta harmoni dengan alam.

Selain prosesi utama, berbagai kegiatan tradisional turut memeriahkan acara. Di antaranya, tumbuk padi, saresehan bersama barisan olot kasepuhan, serta pertunjukan seni budaya khas Sunda seperti dogdog lojor, gondang buhun, tari tani, rengkong, hingga karya seni dari para incu putu (generasi muda penerus adat).

Baca Juga :  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, yang hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas keberlangsungan tradisi ini. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari kekuatan bangsa.

“Salah satu bentuk kebanggaan bangsa adalah mempertahankan tradisi. Ini adalah fondasi ketahanan nasional yang sesungguhnya, karena tradisi mengikat persatuan di tengah keberagaman budaya,” ujar H. Andreas.

Ia juga menyatakan kekagumannya saat melihat padi berusia lebih dari 90 tahun yang masih tersimpan rapi di dalam leuit. Menurutnya, hal tersebut merupakan bukti nyata kearifan lokal dalam menjaga ketahanan pangan berkelanjutan.

Baca Juga :  Dinas Kelautan Soroti Peringatan Hari Nelayan Ciwaru ke-68 Sebagai Langkah Strategis Penguatan Ekonomi Maritim

“Menjaga tradisi artinya menjaga keseimbangan alam dan siklus pangan yang lestari. Ini adalah kekayaan Indonesia yang harus kita rawat bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, H. Andreas menilai pola ketahanan pangan yang dijalankan masyarakat adat Sinar Resmi selaras dengan Asta Cita Presiden RI. Ia menyebut kampung adat ini berpotensi menjadi model ketahanan pangan nasional.

“Kami akan terus mendorong pengembangan infrastruktur di wilayah adat yang strategis seperti ini, agar ketahanan pangan nasional dapat terwujud melalui kekuatan lokal,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus menjaga dan menghidupkan seni serta budaya sebagai benteng keutuhan bangsa.

Baca Juga :  Suguhkan Keindahan Alam, Pantai Cikembang Surga Wisata yang Tersembunyi

“Mohon doa agar kepemimpinan kami membawa berkah untuk Kabupaten Sukabumi. Mari kita jaga tradisi dan budaya sebagai benteng utama keutuhan NKRI,” tandasnya.

Sementara itu, Sesepuh Adat Abah Asep Nugraha menegaskan bahwa Seren Taun adalah wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta dan bukan sekadar perayaan adat tahunan.

“Acara ini bukan hanya warisan, tapi juga doa bersama agar masa depan penuh keberkahan,” tuturnya.

Ia berharap di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi seperti Seren Taun tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda dengan memegang nilai-nilai adat dan hukum yang berlaku.

“Tradisi ini merupakan pondasi kehidupan yang selaras dengan alam dan spiritualitas,” tutup Abah Asep.***

(Red)

 

 

Follow WhatsApp Channel geliatmedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadapi Libur Lebaran, Dinas Pariwisata Sukabumi Perkuat Kolaborasi Sektor Wisata
Dinas Pariwisata Serahkan Santunan Jaminan Kematian untuk Anggota Balawista
Sinkronisasi Kebijakan Pariwisata, Sukabumi Bidik Daya Saing Nasional dan Global
Dispar Dorong Pengembangan Wisata Religi Gunung Gombong Melalui Gotong Royong dan Doa Bersama
Kadis Pariwisata Sukabumi Hadiri Musyawarah Ranting Pramuka Kwaran Kalibunder 2026
Kadis Pariwisata Sukabumi Tinjau Pengembangan Wisata Berbasis Potensi Lokal di Kampung Tikukur
Terinspirasi Gunung Mas Bogor, Dispar Sukabumi Rancang Kereta Gantung Wisata Pondok Halimun
Dispar Dorong Penataan Karangpara, Desa Kebon Mangga Disiapkan Jadi Desa Wisata

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 07:11 WIB

Hadapi Libur Lebaran, Dinas Pariwisata Sukabumi Perkuat Kolaborasi Sektor Wisata

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:46 WIB

Dinas Pariwisata Serahkan Santunan Jaminan Kematian untuk Anggota Balawista

Senin, 2 Maret 2026 - 05:32 WIB

Sinkronisasi Kebijakan Pariwisata, Sukabumi Bidik Daya Saing Nasional dan Global

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:03 WIB

Dispar Dorong Pengembangan Wisata Religi Gunung Gombong Melalui Gotong Royong dan Doa Bersama

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:48 WIB

Kadis Pariwisata Sukabumi Hadiri Musyawarah Ranting Pramuka Kwaran Kalibunder 2026

Berita Terbaru

Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi

Pemerintahan

Dinas Perikanan Sukabumi Dukung Evaluasi EVRAN BPKP Jawa Barat

Selasa, 3 Mar 2026 - 19:07 WIB

error: Content is protected !!