GELIATMEDIA.COM – Kota Bandung bakal menjadi salah satu ruang pertemuan sinema dunia melalui penyelenggaraan Bandung World Cinema (BWC) 2026. Festival film yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Bandung ini menghadirkan 207 film dari 69 negara, termasuk 120 film yang sebelumnya meraih penghargaan di berbagai festival film bergengsi dunia.
Peluncuran BWC 2026 berlangsung di Pendopo Wali Kota Bandung, Senin, 6 Oktober 2026. Festival tersebut merupakan ekstensi dari Jakarta World Cinema (JWC) dan dirancang bukan sekadar sebagai ajang pemutaran film internasional.
BWC menjadi ruang pertemuan bagi sineas, komunitas film, mahasiswa, pelaku industri kreatif hingga masyarakat umum untuk menikmati perkembangan sinema dunia sekaligus memperkuat ekosistem perfilman lokal.
Bandung World Cinema 2026 akan digelar dengan format hybrid. Pemutaran film secara daring dapat disaksikan melalui KlikFilm mulai 31 Oktober hingga 21 November 2026.
Sementara itu, pemutaran film secara langsung akan berlangsung selama delapan hari di CGV Paris Van Java Bandung pada 14–21 November 2026.
Ratusan Film Dunia Hadir di Bandung
Lineup BWC 2026 menghadirkan sejumlah film yang telah mendapat perhatian di berbagai festival film internasional.
Beberapa film yang masuk dalam jajaran program di antaranya Fjord karya Cristian Mungiu, Minotaur karya Andrey Zvyagintsev, All of a Sudden karya Ryûsuke Hamaguchi, The Debut karya Jesse Eisenberg, Naza karya Yuval Abraham dan Rachel Szor, serta Woman Unknown karya May el-Toukhy.
Festival tersebut juga akan ditutup dengan pemutaran Inherit, film horor terbaru karya sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun.
Kehadiran ratusan film dari berbagai negara diharapkan memberikan kesempatan bagi masyarakat Bandung untuk menikmati beragam karya sinema dunia tanpa harus mendatangi festival film di luar kota.
Balai Kota Bandung Jadi Bioskop Terbuka
Salah satu agenda yang menjadi daya tarik BWC 2026 adalah program Open Air Cinema yang akan digelar di Taman Balai Kota Bandung pada 21 November 2026.
Konsep tersebut menawarkan pengalaman menonton film di ruang publik dengan suasana terbuka. Dalam program ini, film-film pendek karya mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bandung akan diputar kepada masyarakat.
Selain film pendek karya mahasiswa, BWC juga akan menghadirkan film klasik karya maestro perfilman nasional Usmar Ismail, Lewat Djam Malam, dalam versi restorasi.
Pemutaran film tersebut sekaligus menjadi pengingat atas hubungan sejarah dan budaya perfilman dengan Kota Bandung.
Steering Committee BWC, Pidi Baiq, mengatakan festival ini ingin menjadi ruang berkumpul bagi berbagai elemen dalam ekosistem perfilman.
“Festival ini bukan cuma soal nonton film bagus, tapi ini adalah ruang ‘nongkrong’ bareng, dari mahasiswa, pembuat film, sampai masyarakat umum,” ujar Pidi Baiq.
Farhan: Pemerintah Berperan sebagai Regulator
Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan, S.E., menyambut penyelenggaraan BWC 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem perfilman di Kota Bandung.
Menurut Farhan, ekosistem perfilman membutuhkan sejumlah unsur yang saling mendukung, mulai dari pelaku industri, infrastruktur, suprastruktur hingga masyarakat.
Dalam ekosistem tersebut, Pemerintah Kota Bandung berperan sebagai regulator yang memastikan seluruh unsur dapat berjalan dan berkembang.
Farhan berharap BWC tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi jendela bagi warga Bandung untuk melihat perkembangan sinema dunia sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap karya film.
Ia juga menyoroti potensi ekonomi yang dapat tumbuh dari industri perfilman. Menurutnya, produksi sebuah film melibatkan banyak profesi sehingga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah cukup besar.
“Dampaknya bisa beratusan orang mendapatkan pekerjaan. Makanya itu jadi penting,” kata Farhan.
Tiga Filmmaker Bandung Masuk Program Festival
Selain menghadirkan film-film internasional, BWC 2026 juga memberikan ruang bagi talenta lokal. Sebanyak tiga karya filmmaker asal Bandung masuk dalam program festival melalui rangkaian pemutaran film pendek.
Pihak BWC berharap kehadiran karya-karya tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya generasi baru filmmaker Bandung yang ke depan mampu menghasilkan film panjang.
“Dari short movie itu bikin future films. Jadi memang kita pengen ada regenerasi filmmaker dari generasi sekarang yang bisa bikin film panjang,” ujar pihak BWC.
Secara keseluruhan, sebanyak 102 film akan diputar secara langsung di CGV Paris Van Java, sedangkan 105 film lainnya dapat disaksikan secara daring melalui KlikFilm.
Tidak Hanya Mengejar Jumlah Penonton
Pada penyelenggaraan perdananya, BWC tidak menjadikan jumlah penonton sebagai satu-satunya indikator keberhasilan festival.
Antusiasme publik, ulasan penonton, keterlibatan komunitas serta partisipasi dalam berbagai program diskusi juga menjadi bagian penting untuk mengukur respons masyarakat terhadap penyelenggaraan festival.
Salah satu program yang disiapkan adalah In Conversation With yang berlangsung pada 15–19 November 2026 di CGV Paris Van Java.
Program tersebut mempertemukan pelaku perfilman dengan sineas muda dan komunitas untuk membahas proses kreatif, keterampilan hingga dinamika industri film.
Dengan menghadirkan 207 film dari 69 negara, program edukasi, karya film pendek filmmaker Bandung serta Open Air Cinema di Balai Kota, Bandung World Cinema 2026 menawarkan lebih dari sekadar festival pemutaran film.
BWC 2026 diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati sinema dunia sekaligus mempertemukan talenta baru perfilman lokal dengan industri film internasional.
Informasi mengenai jadwal pemutaran lengkap dan penjualan tiket akan diumumkan lebih lanjut oleh pihak penyelenggara.***
Reporter : Mia








Komentar