Tak Lagi Tempuh 2 Kilometer ke Sungai, Warga Cikiara Kebun Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

- Admin

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Program TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi

Program TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi

GELIATMEDIA.COM – Perjuangan warga Kampung Cikiara Kebun, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, dalam mendapatkan air bersih mulai menemukan solusi. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, masyarakat kini dapat memanfaatkan fasilitas sumur bor yang dibangun di wilayah tersebut.

Pembangunan sumur bor yang berlokasi di RT 01/RW 11, Kampung Cikiara Kebun, itu memberikan manfaat bagi sekitar 60 kepala keluarga (KK) serta lingkungan pendidikan SDN Cikole, Kamis (22/10/2026).

Sebelum adanya fasilitas tersebut, warga harus menempuh perjalanan sekitar dua kilometer menuju sungai untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Kondisi itu semakin menyulitkan masyarakat ketika musim kemarau berkepanjangan, terutama untuk kebutuhan memasak, mencuci, mandi, dan sanitasi.

Tokoh masyarakat Kampung Cikiara Kebun, Bambang Sujana, menyampaikan rasa syukur atas pembangunan sumur bor melalui program TMMD. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Dengan adanya sumur bor ini, warga kami tidak lagi kesulitan mendapatkan air. Kebutuhan mencuci, memasak, hingga penggunaan MCK di setiap rumah kini lebih terbantu karena ketersediaan air yang melimpah,” ungkap Bambang.

Ia menjelaskan, sebelumnya warga harus bersama-sama mendatangi sungai yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman untuk mendapatkan air. Situasi tersebut menjadi beban tersendiri, terlebih saat musim kemarau menyebabkan sumber air semakin terbatas.

Baca Juga :  PLTU Pelabuhanratu Awali Overhaul Unit 1 dengan Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama

Kini, keberadaan sumur bor diharapkan dapat mempermudah aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga setempat.

### Bantu Kebutuhan Air Bersih di SDN Cikole

Manfaat pembangunan sumur bor melalui TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi juga dirasakan oleh dunia pendidikan, khususnya SDN Cikole yang berada di wilayah Kampung Cikiara.

Salah seorang guru SDN Cikole, Nuneng, mengungkapkan bahwa keterbatasan air bersih sebelumnya menjadi kendala bagi pihak sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan belajar.

Saat musim kemarau berkepanjangan, guru dan siswa kerap mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan toilet maupun membersihkan ruang kelas. Kondisi tersebut turut memengaruhi kenyamanan kegiatan belajar mengajar.

“Sumur bor hasil program TMMD ini merupakan jawaban atas harapan kami selama ini. Ketika kemarau panjang, kami kesulitan mendapatkan air bersih untuk toilet maupun membersihkan ruang kelas. Sekarang, anak-anak dan para guru lebih mudah melakukan kegiatan kebersihan di sekolah,” ujar Nuneng.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi atas perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk penyediaan sarana penunjang kebersihan di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Dandim 0622 Resmikan Posramil 01/Cikakak, Tegaskan Pentingnya Sinergi Jaga Keamanan Wilayah

Dengan tersedianya sumber air bersih, aktivitas kebersihan di sekolah diharapkan semakin mudah dilakukan sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

### Kepala Desa Apresiasi Program TMMD

Kepala Desa Mekarjaya, Wida Yunita, turut mengapresiasi pelaksanaan program TMMD ke-130 yang dinilainya mampu menghadirkan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, sejumlah sasaran pembangunan dalam program tersebut, mulai dari infrastruktur jalan, sumur bor, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), merupakan bentuk kepedulian terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“Program TMMD ini luar biasa. Infrastruktur jalan, sumur bor, MCK, dan Rutilahu merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan warga kami. Kami sangat bersyukur karena program ini hadir dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di Kampung Cikiara Kebun,” tutur Wida.

Ia berharap berbagai pembangunan yang dilaksanakan melalui program TMMD tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua RT Kampung Cikiara Kebun, Noerhasanah. Ia mengaku bahagia karena keberadaan sumur bor kini membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 60 kepala keluarga di wilayahnya.

Baca Juga :  Dandim 0622 Tekankan Mahasiswa Baru STISIP Widiapuri Mandiri Jauhi Narkoba dan Hoaks

“Saya sangat bahagia. Berkat program TMMD ini, warga kami benar-benar merasakan manfaatnya. Ketersediaan air bersih sangat membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ungkap Noerhasanah.

### Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Pembangunan sumur bor di Kampung Cikiara Kebun menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh persoalan penting yang berkaitan dengan ketersediaan air bersih, kesehatan, sanitasi, dan pendidikan.

Melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, program TMMD diharapkan mampu mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan sekaligus memperkuat semangat gotong royong.

Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi juga menjadi bagian dari upaya memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Bagi sekitar 60 kepala keluarga dan warga sekolah SDN Cikole, sumur bor tersebut bukan sekadar fasilitas baru, melainkan harapan untuk memperoleh akses air bersih yang lebih mudah.

Setelah sebelumnya harus menempuh perjalanan sekitar dua kilometer menuju sungai, kini masyarakat memiliki sumber air yang lebih dekat untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.***

 

 

 

Reporter : Asep Topiq

 

 

Berita Terkait

Sambut HKN ke-62, Puskesmas Palabuhanratu Gelar Olahraga Bersama dan Cek Kesehatan Gratis, Warga Antusias
Hari Santri Nasional 2026, Ade Ridwan Ajak Santri Berperan Aktif dalam Pembangunan Bangsa
Gebyar Hari Santri Nasional 2026 di Cikakak, Ratusan Peserta Ikuti Berbagai Perlombaan
410 Pemancing Padati Lomba Mancing Badong, Syukuran Hari Nelayan Sangrawayan ke-4 Meriah
PT DMCG Gelar Rapat Koordinasi UKL-UPL Rencana Eksplorasi Panas Bumi Cisolok–Cisukarame
Camat Cisolok Okih Pajri Assidiq Tegaskan Kepatuhan PBG Dapur SPPG, Pelanggaran MBG Terancam Sanksi
TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Renovasi Masjid Al-Barokah dan Dorong UMKM Desa Girimukti
Panitia HSN 2026 Palabuhanratu Matangkan Persiapan, Sejumlah Kegiatan Meriah Siap Digelar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Tak Lagi Tempuh 2 Kilometer ke Sungai, Warga Cikiara Kebun Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Sambut HKN ke-62, Puskesmas Palabuhanratu Gelar Olahraga Bersama dan Cek Kesehatan Gratis, Warga Antusias

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ade Ridwan Ajak Santri Berperan Aktif dalam Pembangunan Bangsa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Gebyar Hari Santri Nasional 2026 di Cikakak, Ratusan Peserta Ikuti Berbagai Perlombaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:51 WIB

410 Pemancing Padati Lomba Mancing Badong, Syukuran Hari Nelayan Sangrawayan ke-4 Meriah

Berita Terbaru