GELIATMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Pada 2026, sebanyak 371 unit Rutilahu diperbaiki melalui program pemerintah daerah. Dukungan juga datang dari pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan alokasi sebanyak 1.523 unit rumah untuk Kabupaten Sukabumi.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 200 unit. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut memberikan dukungan melalui program perbaikan terhadap 40 unit rumah.
Program tersebut secara resmi diluncurkan Bupati Sukabumi H. Asep Japar di Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Sabtu (19/9/2026).
Peluncuran program menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 melalui agenda Ngalongok Dulur di Lembur.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengatakan seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi oleh tenaga fasilitator lapangan dan koordinator pendamping.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak, aman, dan sehat.
Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur tidak hanya menjadi agenda touring, tetapi juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kondisi serta kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati bersama Wakil Bupati Sukabumi dan unsur Forkopimda secara simbolis menyerahkan bantuan Rutilahu kepada sejumlah penerima manfaat.
Bantuan tersebut di antaranya diberikan kepada warga Desa Wanasari dan Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, serta Desa Bojong, Kecamatan Cibitung.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap peningkatan dukungan terhadap program perbaikan Rutilahu dapat mempercepat peningkatan kualitas hunian masyarakat. Langkah tersebut juga diharapkan berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Sukabumi.***
(Red)








Komentar