GELIATMEDIA.COM – Memasuki hari ketiga pasca-Lebaran 2026 (H+3), arus kendaraan dan jumlah wisatawan yang masuk ke jantung Kota Bandung mengalami peningkatan signifikan. Kepadatan lalu lintas terpantau di sejumlah titik, terutama di kawasan Jalan Asia Afrika dan Jalan Braga, berdasarkan informasi dari Pos Terpadu Polda Jawa Barat di Jalan Asia Afrika, Senin (23/3/2026).
Perwira Jaga Posko Terpadu Polrestabes Bandung, Ipda Andru Ginanjar, menyampaikan bahwa lonjakan pengunjung dan kendaraan terjadi cukup tajam. Berdasarkan data Smart TV Polrestabes Bandung, jumlah pengunjung meningkat hingga 178 persen dibandingkan hari biasa. Peningkatan serupa juga terjadi pada volume kendaraan yang masuk ke pusat kota.
“Terjadi kepadatan di beberapa titik, namun bukan kemacetan. Hal ini disebabkan adanya aktivitas masyarakat yang menyeberang jalan menuju titik-titik favorit untuk berfoto, seperti di kawasan Bola Dunia dan jembatan penyeberangan,” ujar Ipda Andru saat ditemui di Pos Terpadu.
Ia menegaskan, hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) masih dalam kondisi aman dan terkendali. Kepadatan lalu lintas lebih disebabkan oleh perlambatan kendaraan akibat tingginya aktivitas pejalan kaki.
“Yang terjadi hanya perlambatan, bukan kemacetan. Banyaknya pengunjung yang ingin mengabadikan momen rekreasi di pusat kota menjadi faktor utama,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban, pihak kepolisian telah menurunkan personel tambahan, termasuk bantuan dari Polda Jabar, Dinas terkait, serta satu peleton polisi wanita (Polwan). Selain itu, patroli ideologis juga digencarkan guna mencegah potensi tindak kriminalitas dengan menyebar personel di titik-titik keramaian.
Pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat yang berlibur ke pusat Kota Bandung agar mematuhi arahan petugas, memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan, serta selalu menjaga keselamatan diri dan barang bawaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas, parkir pada tempatnya, dan menjaga barang bawaan demi keamanan bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Asia Afrika bergerak merayap akibat tingginya aktivitas penyeberangan pejalan kaki dan wisatawan yang berfoto di sejumlah titik. Posko Terpadu direncanakan beroperasi hingga 25 Maret 2026, dengan kemungkinan perpanjangan hingga akhir pekan dalam rangka kegiatan rutin yang ditingkatkan.***
Reporter : Mia






