GELIATMEDIA.COM – Polres Sukabumi bergerak cepat menangani bencana longsor yang terjadi di Ruas Jalan Nasional Bagbagan–Kiaradua, tepatnya di Kampung Cipamunguan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026).
Penanganan awal dilakukan oleh personel Satuan Lalu Lintas bersama Sat Sabhara Polres Sukabumi. Sejumlah langkah cepat ditempuh, mulai dari pembersihan material longsor yang menutup badan jalan, membantu pengendara yang hendak melintas, hingga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Kapolres Sukabumi AKBP Dr Samian melalui Kasat Lantas AKP Arief Saepul Haris menyampaikan bahwa respons cepat tersebut merupakan bentuk konsistensi dan kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat.
“Atas perintah Bapak Kapolres, kami mengerahkan personel Lalu Lintas yang dibantu Sat Sabhara untuk melakukan evakuasi material longsor yang menutup akses jalan,” ujar AKP Arief.
Lebih lanjut, AKP Arief menjelaskan bahwa pihak kepolisian terus melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR serta unsur terkait lainnya guna mempercepat proses pembersihan material longsor menggunakan alat berat.
“Saat ini koordinasi masih terus dilakukan. Akses menuju Kiaradua sementara masih tertutup, namun jalur Loji menuju kawasan Geopark Ciletuh sudah dapat dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pihak kepolisian juga mengimbau para pengendara agar menggunakan jalur alternatif. “Pengendara dapat mengambil jalur Cikembar 310, Jampang Tengah, keluar di pertigaan Polsek Simpenan, atau melalui Jalur Loji,” tambahnya.
AKP Arief turut mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. “Kami mengimbau pengendara agar tidak memaksakan perjalanan saat hujan disertai angin kencang,” tegasnya.
Ia menambahkan, khususnya bagi pengguna jalan yang melintasi kawasan rawan longsor dan pohon tumbang, disarankan untuk berhenti dan beristirahat demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Keselamatan adalah yang utama, jangan memaksakan diri,” pungkasnya.***
(Red)






