Pemkab Sukabumi Dukung Larangan Penahanan Ijazah oleh Sekolah, Sebut Kebijakan Pro Rakyat

- Admin

Kamis, 8 Mei 2025 - 09:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Pemkab Sukabumi mendukung penuh kebijakan Pemprov Jawa Barat yang melarang penahanan ijazah oleh sekolah.

Pemkab Sukabumi mendukung penuh kebijakan Pemprov Jawa Barat yang melarang penahanan ijazah oleh sekolah.

GELIATMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi menyambut baik dan mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait larangan penahanan ijazah oleh sekolah.

Kebijakan yang diinstruksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dinilai sebagai langkah pro rakyat yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Pemprov Jawa Barat menegaskan bahwa ijazah merupakan hak mutlak siswa yang tidak boleh ditahan dengan alasan apapun. Penahanan ijazah dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak atas pendidikan dan hak asasi manusia, mengingat pentingnya dokumen tersebut dalam kelanjutan pendidikan maupun dunia kerja.

Baca Juga :  O2SN Tingkat Kecamatan Cikakak 2026 Resmi Digelar, Puluhan Atlet Pelajar Siap Berkompetisi

Kasubag Tata Usaha Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Jawa Barat, Yuni Maryuni, turut menekankan bahwa sekolah tidak dibenarkan menahan ijazah. Ia menyatakan bahwa ijazah harus segera diberikan kepada siswa begitu semua proses akademik selesai.

Baca Juga :  Wabup Dorong Prioritas Anggaran untuk Dukung Kinerja DPKP Sukabumi

“Syarat untuk mendapatkan BPMU (Bantuan Pendidikan Menengah Universal) adalah tidak boleh ada penahanan ijazah oleh sekolah,” tegas Yuni saat ditemui di Kantor KCD Pendidikan Wilayah V, Desa Perbawati, Sukabumi, Rabu (7/5/2025).

Yuni juga menambahkan bahwa pihaknya telah menyediakan layanan call center terkait pengaduan penahanan ijazah. Jika ada laporan yang masuk, pihaknya akan segera bertindak cepat, termasuk melakukan klarifikasi langsung ke sekolah melalui pengawas pembina.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Terpilih Dedi Mulyadi Kawal Kasus Pembunuhan Satpam Asal Sukabumi

Kebijakan ini diharapkan mampu memastikan seluruh siswa mendapatkan haknya secara penuh dan tidak mengalami hambatan administratif yang berpotensi mengganggu masa depan mereka.***

 

Berita Terkait

FTBI 2026 Digelar di SMPN 3 Palabuhanratu, Dorong Generasi Muda Cintai Bahasa Ibu
SMKS Jamiyatul Aulad Tegakkan Tata Tertib Secara Humanis, 70 Siswa Dapat Cukur Rambut Gratis
Merawat Budaya, Membentuk Karakter: PGRI Palabuhanratu Dukung Sekar Budaya HJKS ke-156
Karnaval HUT ke-81 RI Palabuhanratu Resmi Ditetapkan, Ketua PGRI Sampaikan Apresiasi
Semarakkan HUT ke-81 RI, Siswa SMKS Jamiyatul Aulad Bagikan Bendera Merah Putih di Jalan Siliwangi Palabuhanratu
Bangun Kesadaran Lingkungan, Mahasiswa KKN IPB Gelar Lokakarya Bersama Pemdes se-Palabuhanratu
KKN PCM 2026 Resmi Dibuka di Desa Cimanggu, Mahasiswa UMMI Dorong Digitalisasi Dakwah dan Penguatan Organisasi
SMP PLUS Buniwangi Terima Program Revitalisasi Kemendikdasmen untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 05:28 WIB

FTBI 2026 Digelar di SMPN 3 Palabuhanratu, Dorong Generasi Muda Cintai Bahasa Ibu

Selasa, 15 September 2026 - 11:12 WIB

SMKS Jamiyatul Aulad Tegakkan Tata Tertib Secara Humanis, 70 Siswa Dapat Cukur Rambut Gratis

Kamis, 10 September 2026 - 15:43 WIB

Merawat Budaya, Membentuk Karakter: PGRI Palabuhanratu Dukung Sekar Budaya HJKS ke-156

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:45 WIB

Karnaval HUT ke-81 RI Palabuhanratu Resmi Ditetapkan, Ketua PGRI Sampaikan Apresiasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Semarakkan HUT ke-81 RI, Siswa SMKS Jamiyatul Aulad Bagikan Bendera Merah Putih di Jalan Siliwangi Palabuhanratu

Berita Terbaru

error: Content is protected !!