Tragis! Bocah di Nias Selatan Diduga Dianiaya Keluarga hingga Lumpuh, Tinggal di Kandang Ayam

- Admin

Rabu, 29 Januari 2025 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bocah 10 tahun di Nias Selatan diduga disiksa hingga lumpuh. Polisi mulai menyelidiki kasus ini setelah viral di media sosial. | Freepik

Bocah 10 tahun di Nias Selatan diduga disiksa hingga lumpuh. Polisi mulai menyelidiki kasus ini setelah viral di media sosial. | Freepik

GELIATMEDIA.COM – Kepolisian Resor (Polres) Nias Selatan tengah menyelidiki kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bocah perempuan berinisial NN (10).

Bocah malang tersebut diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh keluarganya sendiri, yang menyebabkan kedua kakinya mengalami kelainan hingga lumpuh.

Kapolres Nias Selatan, AKBP Ferry Mulyana Sunarya, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah memeriksa delapan saksi terkait kasus ini.

“Pemeriksaan ini dilakukan berdasarkan informasi yang kami terima terkait adanya dugaan kekerasan. Kami tidak menahan siapa pun, tetapi mendalami kasus ini dengan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan awal,” ujar Ferry pada Selasa, 28 Januari 2025.

Baca Juga :  Polres Sukabumi Selidiki Dugaan Tindakan Tidak Senonoh oleh Teman Sebaya terhadap Anak 13 Tahun

Ditinggalkan Orang Tua, Tinggal di Kandang Ayam

Berdasarkan penyelidikan sementara, NN telah dititipkan kepada kakeknya sejak usia tiga tahun setelah kedua orang tuanya bercerai dan merantau ke luar daerah.

Ayahnya diketahui pergi ke Aceh, sementara ibunya ke Medan. Namun, nama NN tidak tercantum dalam kartu keluarga, dan akta kelahirannya juga hilang.

Setelah berada di bawah asuhan kakeknya, NN kemudian diserahkan kepada pamannya di Desa Hilikara, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan. Di sanalah ia diduga mengalami penyiksaan yang tidak manusiawi.

Selain mendapat perlakuan kekerasan fisik, NN juga dipaksa tinggal di kandang ayam. Warga sekitar mengaku pernah melihat bocah itu tidur di kandang yang masih berisi unggas.

Baca Juga :  Kasus Pembunuhan Satpam Palabuhanratu di Bogor, DPRD Sukabumi Desak Hukuman Berat bagi Pelaku

“Keberanian korban melarikan diri dari kandang ayam menjadi titik terang dalam pengungkapan kasus ini,” ujar Ferry.

Viral di Media Sosial, Polisi Diminta Bertindak Tegas

Kasus ini mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial memperlihatkan kondisi NN yang memprihatinkan.

Akun Facebook Lider Giawa membagikan video dan foto NN pada Minggu, 26 Januari 2025, serta mengungkapkan bahwa bocah tersebut telah mengalami penyiksaan bertahun-tahun.

Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa kekerasan terhadap NN diduga dilakukan oleh anggota keluarganya sendiri, yakni paman, tante, kakek, dan neneknya.

Baca Juga :  Jutaan Pasien Terancam! AS Putus Bantuan Obat HIV dan TBC, Ini Dampaknya

NN bahkan disebut mengalami kekerasan ekstrem, seperti diinjak-injak hingga patah tulang di beberapa bagian, dengan mulut yang disumpal kain agar tidak bisa berteriak.

Sebelumnya, kasus ini pernah dilaporkan ke Polres Nias Selatan ketika NN masih mengalami patah kaki di satu bagian. Namun, laporan tersebut tidak berlanjut.

Kini, dengan bukti yang lebih kuat serta keberanian korban untuk berbicara, publik mendesak kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.***

 

 

Follow WhatsApp Channel geliatmedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kunjungi Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Bencana
Pantai Rancabuaya Kondusif, Pengamanan Nataru Tuai Apresiasi
Danramil 1123/Cisewu Jamin Keamanan Wisatawan Selama Libur Nataru
Amankan Malam Pergantian Tahun, Polsek Caringin Sita Miras Berkadar Tinggi
Kelurahan Jatihandap Tuntaskan Proyek Jalan Lingkungan, Libatkan Partisipasi Warga
Libur Natal dan Tahun Baru, Lebih dari 600 Ribu Kendaraan Padati Kota Bandung
Kuasai 8 Hektare Selama 16 Tahun, Perusahaan PMA Digugat Ahli Waris Pemilik Sah
LENDENG N D’GANK Central Chapter Gelar Jum’at Berbagi, Wujud Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 14:05 WIB

Kunjungi Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Bencana

Kamis, 1 Januari 2026 - 10:57 WIB

Pantai Rancabuaya Kondusif, Pengamanan Nataru Tuai Apresiasi

Kamis, 1 Januari 2026 - 09:44 WIB

Danramil 1123/Cisewu Jamin Keamanan Wisatawan Selama Libur Nataru

Rabu, 31 Desember 2025 - 21:25 WIB

Amankan Malam Pergantian Tahun, Polsek Caringin Sita Miras Berkadar Tinggi

Selasa, 30 Desember 2025 - 15:20 WIB

Kelurahan Jatihandap Tuntaskan Proyek Jalan Lingkungan, Libatkan Partisipasi Warga

Berita Terbaru

Baperida Kabupaten Sukabumi

Pemerintahan

Rakor DPRD dan Baperida Bahas Optimalisasi Perda TJS PKBL

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:30 WIB

error: Content is protected !!