GELIATMEDIA.COM – SMKS Jamiyatul Aulad mengambil langkah persuasif sekaligus solutif dalam menegakkan tata tertib sekolah. Salah satunya dilakukan melalui penertiban rambut siswa laki-laki yang dinilai telah melebihi standar kerapian.
Sebanyak sekitar 70 murid laki-laki yang kedapatan memiliki rambut panjang mendapatkan pembinaan dengan cara dirapikan langsung oleh pemangkas rambut profesional yang didatangkan pihak sekolah ke lingkungan sekolah.
Menariknya, kegiatan tersebut sepenuhnya dibiayai menggunakan dana operasional sekolah. Para murid tidak dipungut biaya sepeser pun sehingga kegiatan penertiban tidak menjadi beban tambahan bagi siswa maupun orang tua.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembinaan karakter sekaligus menanamkan kedisiplinan dalam menjaga penampilan. Sekolah memilih pendekatan yang lebih humanis dengan memberikan solusi secara langsung, bukan memberikan sanksi fisik ataupun memulangkan murid.
Kepala SMKS Jamiyatul Aulad, Andriyana, mengatakan bahwa sekolah memiliki aturan yang mengharuskan murid laki-laki menjaga standar kerapian rambut sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sekolah punya aturan, murid laki-laki diwajibkan menjaga standar kerapian rambut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Andriyana, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, pihak sekolah sengaja mengambil langkah tersebut agar penegakan tata tertib tetap berjalan tanpa memberikan beban ekonomi baru kepada keluarga siswa.
“Karena itu, seluruh biaya pemanggilan jasa tukang cukur ditanggung penuh oleh kas sekolah, sehingga tidak menjadi beban ekonomi baru bagi orang tua maupun murid,” tambahnya.
Andriyana menjelaskan, pemilihan jasa pemangkas rambut profesional juga dilakukan agar proses penertiban berlangsung secara layak. Rambut siswa dirapikan sesuai standar yang telah ditentukan, bukan dipotong secara asal-asalan sebagai bentuk hukuman.
“Kami ingin penegakan tata tertib tetap dilakukan dengan cara yang baik. Anak-anak diberikan pemahaman sekaligus solusi, sehingga mereka tetap merasa nyaman dan tidak menganggap pembinaan sebagai bentuk hukuman semata,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kedisiplinan, khususnya dalam menjaga kerapian dan mematuhi tata tertib sekolah.
“Melalui program ini, SMKS Jamiyatul Aulad berharap kedisiplinan murid dapat terus meningkat seiring dengan terbentuknya lingkungan sekolah yang rapi, tertib, dan kondusif bagi tumbuh kembang potensi para pelajar,” pungkasnya.***
(Red)








Komentar