GELIATMEDIA.COM – Sekolah Rakyat (SR) menjadi salah satu Program Strategis Nasional pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menyasar anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2, atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Program ini dirancang sebagai upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.
Di Kabupaten Sukabumi, implementasi program tersebut diwujudkan melalui Sekolah Rakyat Menengah Pertama 7 Sukabumi (SRMP 7 Sukabumi). Melalui program RCL Nge-Podcast yang dikelola Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Sukabumi, tim RCL berkesempatan berbincang langsung dengan Kepala SRMP 7 Sukabumi, Ihsan Alma’ruf, S.Pd., M.Pd, untuk membahas pelaksanaan serta arah pengembangan Sekolah Rakyat di daerah tersebut.
SRMP 7 Sukabumi berlokasi di Jalan Cikiwul, Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dan berdiri di atas lahan serta gedung milik Satker Sentra Phalamartha. Sekolah ini resmi diluncurkan dan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2025, yang diresmikan langsung oleh Bupati Sukabumi.
Saat ini, SRMP 7 Sukabumi menyelenggarakan pendidikan bagi 100 siswa tingkat SMP kelas VII dengan dukungan empat ruang kelas. Proses pembelajaran didukung oleh guru dan tenaga pendidik berstatus PPPK Kementerian Sosial, serta satu kepala sekolah berstatus PNSD Provinsi Jawa Barat. Selain itu, terdapat wali asrama dan wali asuh dari Tenaga Pendamping PKH Kementerian Sosial, serta tenaga pendukung lainnya seperti bendahara, operator, staf tata usaha, petugas keamanan, dan petugas kebersihan.
Dalam keterangannya, Ihsan Alma’ruf menjelaskan bahwa SRMP 7 Sukabumi berada langsung di bawah naungan Pusdiklat Bangprof Kementerian Sosial. Seluruh kebutuhan operasional sekolah, mulai dari alat tulis kegiatan belajar mengajar, pelaporan, pemeliharaan, hingga kebutuhan pendukung lainnya, diajukan melalui Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pusdiklat Bangprof Kemensos. Termasuk di dalamnya penyediaan konsumsi siswa yang dipenuhi oleh pihak ketiga berupa tiga kali makan dan dua kali makanan ringan setiap hari.
Dari sisi pembelajaran, SRMP 7 Sukabumi menerapkan kurikulum yang diadopsi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama. Fokus pendidikan tidak hanya pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa agar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, serta menghormati orang tua.
Fasilitas penunjang pembelajaran dan administrasi seperti laptop, komputer, dan printer terus dilengkapi secara bertahap. Saat ini, SRMP 7 Sukabumi juga mendapatkan dukungan fasilitas dari Satker Sentra Phalamartha. Seluruh siswa menerima delapan jenis seragam lengkap, termasuk sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya yang disediakan oleh Sekolah Rakyat.
Lebih lanjut, Ihsan menegaskan bahwa Sekolah Rakyat mempersiapkan peserta didik menjadi generasi emas yang unggul dan berdaya saing. Siswa berprestasi akan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi, termasuk peluang pengembangan karier. Selain itu, sekolah juga membuka peluang dukungan permodalan wirausaha bagi siswa yang memilih jalur kewirausahaan di masa depan.
Dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi terhadap keberlanjutan program Sekolah Rakyat juga ditunjukkan melalui hibah lahan seluas kurang lebih 10 hektare. Lahan tersebut direncanakan menjadi lokasi pembangunan permanen SRMP 7 Sukabumi di wilayah Cicurug pada tahun 2026, dengan sumber anggaran pembangunan berasal dari Kementerian Sosial.
Menutup perbincangan, Ihsan Alma’ruf berharap anak-anak di Kabupaten Sukabumi dapat terus belajar dan tidak berhenti mengejar pendidikan. Melalui Program Sekolah Rakyat, ia berharap seluruh anak mampu meraih cita-cita, tumbuh menjadi generasi unggul, serta memberikan kontribusi positif bagi daerah, bangsa, dan negara.
Reporter : Gandi






